JBM.co.id, Denpasar – Tahun ini program Identifikasi dan Katalogisasi Lontar, kembali dilanjutkan. Setelah tahun 2020 lalu ada sekitar 133 lontar yang di identifikasi serta ada 1 buah Lontar yang dialihbahasakan, tahun ini akan menargetkan lebih banyak lontar lagi yaitu sekitar 200-an lontar untuk dibersihkan dan di-identifikasi.

Dan hari ini Selasa tanggal 27 April 202, bertempat di “merajan Pasek Gelgel (keluarga Bapak Wayan Budana) yang beralamat di Jalan Noja II no.52 Banjar Meranggi, Tim kerja identifikasi mengawali kegiatan. Acara diawali dengan Jro Mangku menghaturkan “banten” karena kesakralan warisan Lontar keluarga ini, agar diberikan kelancaran dalam pelaksanaan program.

Acara yang diawali oleh sambutan dari wakil dari keluarga pemilik lontar, dilanjutkan dengan sambutan wakil jro Bendesa adat Kesiman, I Gede Anom Ranuara.

Setelah itu diisi oleh sambutan perbekel Desa Kesiman Petilan, Bapak I Wayan Mariana yang sekaligus membuka acara identifikasi Lontar kali ini.

Dalam sambutannya Perbekel mengatakan “Banyaknya peninggalan lontar di Desa Kesiman Petilan pada khususnya dan Desa Adat Kesiman pada Umumnya menimbulkan rasa kekhawatiran, yaitu kekhawatiran tentang bagaimana kondisi lontar yang menjadi peninggalan di Kesiman Petilan.

Kondisi yang dimaksud adalah berapa jumlahnya dan bagaimana kondisi lontarnya.

Hal inilah yang memacu dan mendorong pemerintahan Desa Kesiman Petilan bekerjasama dengan Penyuluh Bahasa Bali yang bertugas di Desa Kesiman Petilan dan Denpasar Timur bergerak untuk membuat suatu terobosan tentang penyelamatan dan pemeliharaan warisan lontar tersebut.

Akhirnya terwujudlah suatu program yang bernama “IDENTIFIKASI DAN KATALOGISASI PUSTAKA LONTAR DESA KESIMAN PETILAN”

“Kegiatan ini berlangsung secara maraton kerumah para pemilik lontar yang ditargetkan 200 cakep Lontar ” lanjutnya lagi.

Sampai berita ini dibuat jumlah lontar belum bisa dihitung secara pasti karena kemungkinan lontar yang ada di Desa Kesiman Petilan jumlahnya mencapai kisaran 600 cakep.

Jumlah tersebut hanya kisaran perkiraan, kemungkinan jumlahnya bertambah seiring meningkatnya antusias masyarakat yang mulai berani menunjukkan keberadaan lontar yang tersimpan di rumah masing-masing warga.

Bapak I wayan Turun selaku tokoh penggiat Lontar di Desa Kesiman Petilan mengungkapkan “Tujuan dari program ini, sebagai penyelamatan dan pelestarian lontar, sehingga nantinya teridentifikasi jumlah dan jenisnya.

Harapan kedepannya agar warisan budaya yang berupa lontar ini akan bisa terjaga dan terpelihara”

Warisan lontar di Desa Kesiman Petilan sangat beragam dan tidak monoton. Jenis lontar yang sudah ditemukan yaitu lontar Usadha, lontar Wariga, Tutur, Kekawin, Kidung, Kawisesan dan sebagainya.

Mengingat pentingnya banyaknya lontar yang ada di Desa Kesiman Petilan maka program ini akan dilakukan berkesinambungan di tiap tahun anggaran kedepannya. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here