Kalaksa Rentin: Bali Telah Tetapkan Setiap tanggal 26 sebagai Hari Simulasi Bencana

JBM.co.id – Kalaksa BPBD (Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Bali, I Made Rentin meninjau kondisi kesiapan unsur relawan, dengan menggelar “Apel Siaga”, sebagai upaya menggalang sinergitas antar relawan dan organisasi, yang tergabung dalam Forum Relawan Penanggulangan Bencana Provinsi Bali.

Acara ini dilakukan, dalam rangka membangun kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana, sekaligus memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), yang jatuh setiap tanggal 26 April 2021.

Ditandai pemukulan kentongan, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin membuka secara resmi acara “Apel Siaga”.

“Dengan mengucap “Om Awignam Astu Namo Siddham”, saya, Kalaksa BPDB Bali dengan ini, resmi membuka “Apel Siaga”, dalam rangka “Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional tahun 2021 tingkat Provinsi Bali,” ungkap Kalaksa Rentin.

Acara ini, merupakan bagian dari penyelenggaraan “Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional”, yang menurutnya, acara ini, bertujuan, menggalang sinergitas dengan Forum Relawan Penanggulangan Bencana Provinsi Bali, sebagai upaya melakukan penyegaran, terkait pengetahuan relawan, baik tentang bidang pertolongan pertama, pemadam kebakaran secara manual beserta pencarian dan pertolongannya.

“Berlatih bersama, menguji coba kesepakatan beserta aturan-aturan yang berlaku, dalam praktek-praktek sederhana yang dapat dilakukannya,” tegas Kalaksa Rentin.

“Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional merupakan sebuah momentum, untuk mengingatkan kita bersama tentang pentingnya untuk selalu memeriksa kesiagaan kita, dalam upaya menghadapi segala ancaman bencana yang ada disekitar kita,” tutur Kalaksa Rentin.

Baca Juga :  LIGA EUROPA: TANPA AMPUN, MU HANCURKAN LASK LINIZ 5-0

Menurutnya, 0,23 persen dari luas seluruh wilayah Indonesia, potensi bencananya luar biasa, seperti “Cincin Api”, yang pihak BMKG sangat familliar dengan istilah itu.

“Rekan-rekan Relawan juga memahaminya, dan disarankan, agar mampu menjelaskan serta mengedukasinya, ditengah-tengah masyarakat,”bebernya.

“Mungkin saja, potensi bencana bisa saja terjadi di Bali, termasuk bencana yang terakhir, pengalaman buruk menimpa NTB dan NTT serta yang paling menyakitkan, juga bencana di Palu, Sulawesi Tengah. Pasca gempa tsunami, ada “Likuifaksi” itu tidak pernah terpikirkan.

Rupanya, menurut ahli bencana Indonesia di Provinsi Bali, juga memprediksikan, potensi “Likuifaksi” juga bisa saja terjadi di Bali,” ungkap Kalaksa Rentin.

Oleh karena itu, Kalaksa Rentin menyarankan, agar masyarakat mempersiapkan diri, dengan memekikkan “Salam Tangguh, yang ternyata, mengandung tiga makna, yaitu “memahami resiko yang ada di sekitar kita, karena berbagai potensi kebencanaan bisa terjadi, misalnya, pohon yang besar tumbang, angin puting beliung atau bencana tanah longsor,” paparnya.

“Setelah diketahui, potensi bencana dan resiko yang mungkin terjadi, baru dipersiapkan strategi penyelamatan diri.

“Esensi kami di BPBD Bali dan menyeluruh di kabupaten/kota di Bali adalah bagaimana dia mampu menyelamatkan jiwa-jiwa masyarakatnya. Karena, Bapak Presiden Jokowi menggarisbawahi, hukum tertinggi dalam sebuah Negara adalah penyelamatan jiwa-jiwa masyarakatnya,” jelasnya.

Sesuai tagline “Siap untuk Selamat”, dijelaskan Kalaksa Rentin, bahwa resiko bencana yang mengintainya, wajib kita mempersiapkan strategi untuk penyelamatan diri. “Wajib Kita Selamat, Siap untuk Selamat”, tegas Kalaksa Rentin.

Baca Juga :  KORUPSI DI PT DI: DEPUTI BIDPOLHUHANKAM BAPPENAS DIPERIKSA KPK

Selanjutnya, Kalaksa Rentin mengajak relawan dan masyarakat untuk selalu “Siap Siaga”menghadapi bencana tahun 2021, yang secara serempak dilaksanakan secara Nasional, termasuk di Bali, tepat, hari Senin, 26 April 2021, yang kembali memekikkan “Salam Tangguh, Siap untuk Selamat,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Ketua SSG (Sai Study Group), Denpasar, Ni Putu Ira Indrawati Jendra mengucapkan terima kasih, karena selalu diberikan kesempatan, untuk bersinergi dan bekerjasama, bahkan, diberikan ruang untuk belajar, yang melalui Forum Relawan oleh BPBD, selalu siap siaga dalam segala kegiatan yang diberikannya,” bebernya.

Selain Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin sebagai Inspektur Apel, juga turut hadir, Danrem 163 Wirasatya atau yang mewakili Beliau, Pangkalan Angkatan Udara Denpasar, Pangkalan Angkatan Laut Denpasar, SAR Sabhara Polda Bali, SAR Brimob Polda Bali, Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Kelas A Denpasar, BMKG Wilayah III Denpasar, Forum PRB Provinsi Bali, Forum PRB Perguruan Tinggi Provinsi Bali, yang selalu siap siaga, dan juga dihadiri oleh perwakilan Forum Yabi BPBD Kota Denpasar, PMI Provinsi Bali, Forum Wafena Provinsi Bali, Komunitas Peduli Sungai, Banjar Bantas dan sekitarnya, serta Sai Green Denpasar.

Lebih lanjut, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin menyatakan, bahwa Bali telah menetapkan hari simulasi bencana, tiap bulan, setiap tanggal 26.

Baca Juga :  Pulihkan Penderita Covid-19, PD PDDI Bali Berbagi Tali Kasih Bersama Pendonor Konvalesen

“Jadi, harapan kami, dari pemerintah daerah provinsi Bali melalui BPBD, semua komponen masyarakat, lebih-lebih lembaga pemerintah, lembaga swasta, termasuk komponen adat, “Mari secara bersama-sama, tiap tanggal 26, kita melakukan simulasi,” pintanya.

Dijelaskannya, esensi simulasi adalah melatih diri dan melatih kesiapan, baik personel, peralatan maupun perawatan, dalam rangka mengantisipasi segala kemungkinan bencana, yang bisa saja terjadi di Provinsi Bali,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua Forum Penanggulangan Bencana Provinsi Bali, I Putu Sutha Wijaya menindaklanjutinya, dengan membuat agenda kelompok latihan bersama, terkait dengan penanganan kebakaran serta latihan bersama tentang pertolongan pertama, yang kemudian, dilanjutkan dengan latihan bersama tentang penanganan penyelamatan ketinggian beserta pembersihan sungai.

“Latihan bersama ini, kita telah menyiapkan orang yang berkompeten di bidangnya, untuk pertolongan pertama, misalnya, mengundang rekan-rekan dari PMI, untuk menjadi instruktur nya. Untuk penyelamatan dari ketinggian, kita mengundang rekan-rekan dari Badan Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Semangat berjuang demi panggilan kemanusiaan,” ucapnya.

Diakhir, acara, Kalaksa Rentin berharap agar acara ini, bukan yang terakhir, namun, berlanjut kegiatannya, dengan menjalin sinergi serta berkolaborasi BPBD dengan Forum Relawan, yang selalu mendukung setiap kegiatannya,” kata Kalaksa Rentin, menandaskan. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here