Kabapas Andiyani: “Jemput Bola” ke Negara sebagai Terobosan Inovasi “DENJALAK”

JBM.co.id, Jembrana – Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Kelas I Denpasar, Niluh Putu Andiyani, Amdi.ip.SH.MH., didampingi Ketua BPW LSM Jarrak Bali, Made Ray Sukarya beserta staf jajarannya melaksanakan audensi dengan Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, SH., bertempat di Kantor Bupati Jembrana, Kamis, (22/4/21).

 

 

Kegiatan diawali dengan perkenalan diri Kabapas Kelas I Denpasar, Niluh Putu Andiyani, Amdi.ip.SH.MH., yang menyampaikan Sosialisasi Tupoksi Bapas Kelas I Denpasar, dalam proses Pemasyarakatan, khususnya, dalam melakukan bimbingan terhadap Klien, yang berdomisili di Jembrana, melalui program inovasi “DENJALAK” (Bapas Denpasar Jajaki dan Lakukan Pengawasan Klien),”ungkap Kabapas Andiyani.

“Mohon ijin Bapak Bupati Tamba, kami, Bapas Kelas I Denpasar namanya, namun, ada enam wilayah kerja kami, meliputi Gianyar, Badung Kota Denpasar, Tabanan, Singaraja dan Jembrana. Jadi, kami bersilahturahmi, memperkenalkan diri. Jika tidak kenal, maka tak sayang,” kata Kabapas Andiyani.

Lebih lanjut, Kabapas Andiyani memaparkan keberadaan Bapas, yang juga bertugas mendampingi Anak Bermasalah Hukum (ABH), yang berumur dibawah 18 tahun, diberikan pendampingan, sejak awal ditangkap, karena melakukan pelanggaran hukum, diproses hukum hingga putusan pengadilan.

“Kami, Bapas juga memberikan pendampingan terhadap ABH (Anak Bermasalah Hukum), yang berumur dibawah 18 tahun, didampingi sejak awal, si anak itu, ditangkap, hingga berakhir putusannya, misalnya di LP KA, kami tetap ikut serta sampai mereka benar-benar pulang ke masyarakat,” jelas Kabapas Andiyani.

Bupati Tamba baru juga mengetahui keberadaan Bapas, yang disangka Lapas. “Titiang” (Saya) lebih mengetahui Lapas dan baru kali ini, “titiang” paham terkait keberadaan Bapas,”ungkap Bupati Tamba.

Menanggapi pernyataan Bupati Tamba, lebih lanjut, Kabapas Andiyani menjelaskan, sebelumnya juga saat beraudensi dengan Bupati Tabanan, Beliau juga hanya mengetahui keberadaan Lapas, malah belum dikenal tentang Bapas,” papar Kabapas Andiyani.

“Perlu dijelaskan disini, Bapak Bupati Tamba, bahwa Lapas berbeda dengan Bapas. Jika, Lapas (Lembaga Pemasyarakatan), bertugas melakukan bimbingan Narapidana yang didalam. Sementara, Bapas (Balai Pemasyarakatan) adalah bimbingan lanjutannya, diluar, setelah mereka mendapatkan integrasi berupa asimilasi, PB dan CB, mereka bimbingan lanjutannya oleh kami, ada yang namanya PK, yang akan membimbing dan mengawasi langsung ke rumahnya masing-masing.

Jadi, Bapas itu, bimbingan lanjutannya, artinya, Bapas yang memberikan bimbingan ke mereka, agar tidak terjadi lagi tindak pidana, biar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” tutur Kabapas Andiyani.

Bupati Tamba akhirnya memahami Tupoksi Bapas Kelas I Denpasar, yang dengan nada bercanda, memuji Bapas yang ternyata, orang-orangnya cantik-cantik dan penuh senyum, agar yang dibina merasa senang dan itu menjadi daya tariknya,” puji Bupati Tamba.

Selanjutnya, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba,SH., mengapresiasi, bahkan menerima dengan baik kegiatan audensi ini dan siap mendukung semua program-program pembimbingan dan pengawasan Klien, guna mengurangi tingkat resiko pengulangan tindak pidana Klien, yang berdomisili di Kabupaten Jembrana,” ujar Bupati Tamba.

Selanjutnya, dengan adanya kegiatan audensi ini, Kabapas Andiyani berharap, agar fungsi pengawasan terhadap Klien, lebih ditingkatkan lagi, melalui inovasi “DENJALAK”, guna mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana bagi Klien, yang berdomisili di Kabupaten Jembrana,” pintanya.

“Tadi, juga kami sosialisasi, kebetulan ada 40 WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) / Narapidana di Rutan Negara, yang tahun ini, 2021, akan integrasi keluar. “Kami sudah melakukan penelitian ke pemerintah setempat dan pihak keluarganya, mereka menyetujuinya.

Pada prinsipnya, mereka kembali ditengah-tengah masyarakat dan kami sudah sosialisasikan, terkait inovasi,” ucap Kabapas Andiyani.

Menurutnya, inovasi itu, bernama ‘DENJALAK”, yang menyebut, pihaknya langsung menjemput bola ke Negara. Jadi, bukan masyarakatnya yang datang ke Denpasar, untuk bimbingannya, mengingat, dari segi transportasi dan biaya cukup tinggi, karena jaraknya juga jauh.

Makanya, pihak Bapas Denpasar yang datang ke Negara, dimohonkan bimbingan Bapak Bupati Tamba membantu sarana beserta prasarananya,” ungkapnya.

“Mungkin, kami meminjam tempat di kantor Camat Negara atau dimana nantinya, akan kami data Klien kami, yang ada di Negara. Terkait program “DENJALAK”, kami yang kesini dan kami koordinasikan dengan pak Camat, terkait ijin tempat,” pungkasnya.

“Selain itu, melalui kegiatan audensi ini, diharapkan mampu memberikan informasi tentang program pembimbingan maupun pengawasan yang dilaksanakan oleh Bapas Kelas I Denpasar terhadap Klien di wilayah Kabupaten Jembrana,” kata Kabapas Andiyani, menandaskan. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here