JBM.co.id, Badung – Pengurus Daerah Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PD PDDI) daerah Bali kembali melakukan kegiatan sosialnya berupa “Gerakan Donor Darah Massal” sepanjang tahun ini (2021), bertempat di Main Atrium, Lippo Mall Kuta, Kabupaten Badung, Rabu (21/4/21), bertepatan dengan perayaan hari Kartini.

Ketua PD PDDI daerah Bali, Ketut Pringgantara, didampingi Sekjen PDDI Bali, I Wayan Gede Suardana menyatakan bahwa, PDDI (Perhimpunan Donor Darah Indonesia) berdiri di Jakarta, pada tanggal 20 November 1978, yang tujuan awalnya, untuk mengantisipasi para “Calo Darah”. Untuk di daerah Bali, PDDI berdiri tahun 1989, sehingga tali kasih ini, harus tetap mengalir dan ditularkan,” kata Ketut Pringgantara.

Lebih lanjut, Ketut Pringgantara menjelaskan bahwa, PDDI sebagai para pejuang darah yang ada di Jakarta, saat itu, sepakat membuat wadah berhimpun, sebagai tempat berkumpulnya para pendonasi darah, hingga saat ini, keberadaannya tersebar di 34 propinsi di Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, imbuh Ketut Pringgantara, perjuangan ini, sangat luar biasa dan Bali menjadi “Pilot Project” pertama kalinya, yang melakukan program besar, sepanjang tahun 2021, yaitu program Terapi Plasma Konvalesen (TPK) tahun 2020, yang dipusatkan di Bali TV, kemudian, TPK tahap kedua, tahun 2021, dan saat tanggal 1 Mei 2021, menyambut HUT Bali TV, tambahnya, akan bergerak cepat, untuk membantu para pendonor darah, dengan mengumpulkan para penerima ‘Satya Lencana Presiden RI, yang berjumlah sekitar 200 peserta, dengan merajut tali kasih, memberikan bantuan berupa sembako,” ujar Ketut Pringgantara.

“Jadi, kita tidak melupakan mereka yang telah berdonasi darah, yang telah banyak sekali berbuat kebaikan demi kemanusiaan bagi Bangsa dan Negara.

Inilah, saatnya kami, berjuang bersama-sama, merajut tali kasih, memberikan bantuan ini, kepada mereka yang telah berdonor, dengan memberikan sumbangsih dan merajut tali kasih bersama pendonor,” bebernya.

Menurutnya, kata Pringgantara, memaparkan bahwa, PD PDDI Bali ini, adalah gudangnya para pendonor, tempat dimana orang yang telah melakukan donasi darah, hingga ratusan kali.

Jadi, setiap ada keputusan penting yang diambil pemerintah, khususnya Bapak Gubernur Koster, diharapkan, mengajak PD PDDI Bali, karena, kami yang punya stok darah,” tegas Ketut Pringgantara.

Lanjutnya, “Kami yang menggerakkan orang, untuk berdonasi darah. Kami yang memberikan sumbangsih terbesar kepada kehidupan di bidang kesehatan. Dengan demikian, pihaknya mengimbau kepada Bapak Gubernur Koster, “Mari kita duduk bareng bersama, dalam kondisi seperti ini, bersama-sama bersatu, untuk membantu masyarakat luas, dalam kondisi masih masa pandemi seperti saat ini.

Bahkan, Ketut Pringgantara berharap, agar “Kita tidak boleh bersedih dan tidak boleh takut berdonor darah, dalam melakukan hal-hal positif, untuk bidang kemanusiaan,” harapnya.

Ketut Pringgantara juga mengungkapkan, acara donor darah diikuti sekitar 100 peserta, dengan tetap merajut tali kasih bersama pendonor berupa bingkisan sembako, agar pendonor membawa “Sesuatu” pulang, tidak tangan kosong.

Mungkin ini tidak ada artinya, akan tetapi, kita berusaha memberikan “Sesuatu yang Terbaik” kepada masyarakat, yang telah berdonasikan darahnya kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

“Hari ini, kami berbahagia, karena, ada satu program kami, yaitu “Goes to Campus, Goes to Milenial dan Goes to Mall”, yang ternyata, pihak Lippo Mall Kuta sangat antusias menyambut program donor darah. Ini membuktikan bahwa, kami, sangat bagus bersinergi.

Bahkan, “Kita telah melakukan respons cepat, bertarung nyawa, karena, stok darah kita berada dibawah garis minimum,” tutur Ketut Pringgantara.

Imbuh Ketut Pringgantara, disatu sisi, pemerintah yang merupakan regulator luar biasa di bidang Vaksinasi. Namun, sisi berbeda, ada satu hal yang harus terbangun disini, bagaimana stok darah kita, harus terpenuhi di rumah sakit, dan ini, kami berkejaran dengan waktu.

Jadi, kita sarankan kepada pemerintah, terutama Bapak Gubernur Koster, yang menjadi harapan kami adalah “Bagi yang belum bervaksin, silakan berdonor dulu. Kemudian, yang telah bervaksin, jangan takut untuk berdonor, terutama, SKPD-SKPD yang diutamakan bervaksin, silakan empatinya, diberikan kepada masyarakat.

Jangan saat duluan dia vaksin, tetapi, tidak ada yang peduli melakukan donor darah,” tegasnya.

Dengan demikian, Ketut Pringgantara mengajak pihak stakeholder pertama Gubernur Bali beserta jajarannya, serta Kabupaten/Kota “ngiring sareng-sareng”, ikut serta berdonor darah, membantu masyarakat yang keperluan darahnya sedang mengalami paceklik.

Pihaknya, Ketut Pringgantara menghimbau kepada masyarakat luas, juga media pers, agar bisa memberitakan kabar yang terbaik ini, ke seluruh lapisan masyarakat, “Ayo Berdonor Darah”, mari, jadikan donor darah ini, sebagai gaya hidup sehat, bahkan menjadi panglima dalam kehidupan saat ini.

“Kita tidak bisa memberikan harta, tetapi, setetes darah itu, penuh arti bagi mereka,” pungkasnya.

Sementara, Mall Director Lippo Mall Kuta, Wing Farida mendukung kegiatan donor darah, yang mengaku, baru pertama kali bekerjasama dengan pihak PD PDDI Bali, yang sebelumnya, pihaknya bekerjasama dengan PMI Bali.

“Walau begitu, kita selalu support sepenuhnya, kegiatan donor darah seperti ini. Wing Farida juga berharap, selalu ada dan kita selalu siap dan selalu support agenda kegiatan PD PDDI Bali kapanpun,” ungkap Wing Farida.

“Kita berharap, kita bisa bekerjasama sesering mungkin, semaksimal mungkin, dalam kegiatan donor darah seperti ini dengan PD PDDI Bali,” kata Wing Farida, menandaskan. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here