JBM.co.id, Denpasar – Ketua Pengurus Daerah Perhimpunan Donor Darah Indonesia ( PD PDDI) daerah Bali, Ketut Pringgantara menyatakan bahwa, PDDI sebagai “Leading Sector” dari semua kegiatan donor darah di Indonesia.

Bahkan, utamanya, saat ini, PDDI Bali mengajak pihak pemerintah, agar tidak segan-segan, untuk menggandeng kita, yaitu, PDDI sebagai wadah yang sangat mulia, karena disinilah, tempat berkumpulnya mereka yang berdonasi darah. Dari sinilah, sesungguhnya, darah itu ada,” ucap Pringgantara.

Bahkan, Pringgantara mengajak pihak Pemerintah, dalam setiap keputusan penting, agar dilibatkan PDDI, karena, dari mereka inilah, para pendonor ini, dapat menyumbangkan kepada pasien kita, yang ada di rumah sakit.

Demikian diungkapkan Ketua PD PDDI daerah Bali, Ketut Pringgantara, yang didampingi Sekjen PD PDDI Bali, I Wayan Gede Suardana dan DR.Gede Suarta,M.Si., saat digelar kegiatan tali kasih berupa pembagian sembako untuk para pendonor TPK (Terapi Plasma Konvalesen), bertempat di wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A, Denpasar, pada hari Minggu (18/4/21).

Dengan mengambil tema “Berbagi Kasih Bersama Pendonor Konvalesen”, acara ini terselenggara, berkat kerjasama PD PDDI Bali dengan Yayasan Pyramida Sosial Spiritual Meditasi Indonesia dan Komunitas Kasih Sayang serta donatur Ibu Maria berupa sumbangan beras Abadi, produk unggulan Bali, yang rencananya juga menyumbangkan beras Abadi produk unggulan Bali, pada kegiatan berikutnya PDDI Bali, pada tanggal 21 April 2021 dan 1 Mei 2021.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Ibu Owner Bali TV, Anak Agung Sri Utari Satria Naradha, Kepala Unit Donor Darah / UDD. PMI Bali, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., perwakilan Yayasan Pyramid Sosial Spiritual Meditasi Indonesia, sekaligus anggota Komunitas Kasih Sayang, Ida Bagus Gde Widnyana,ST dan Ibu Maria selaku penyumbang beras Abadi, produk unggulan Bali.

Ketua PD PDDI Bali, Ketut Pringgantara menambahkan bahwa, mungkin masyarakat hanya mengetahui keberadaan Palang Merah Indonesia saja, akan tetapi, kami, PDDI adalah Perhimpunan Donor Darah Indonesia, yang donor darahnya, ya Menteri Sosial ada pada kami di PDDI. Dengan demikian, kita mulai dari sini, kita bangkitkan disini, berawal di wantilan Bali TV, untuk membangun dan membuat gebrakan sekarang dunia, yang gerakannya dimulai dari Bali, dengan membantu dari kita, para pendonor, untuk pendonor dan akhirnya kepada kita semuanya. Artinya “Jeruk Sesama Jeruk” bukan “Jeruk Makan Jeruk”. Jadi, kita membuat kegiatan ini, menjadi semakin baik tiap harinya, melalui kegiatan donor darah,” ungkap Pringgantara.

Lebih lanjut, dikatakannya, pendonor TPK berasal dari unsur Polri, PNS, wiraswasta dan mahasiswa, yang jumlahnya 62 orang pendonor konvalesen.

“Kita jumlahnya, hari ini, adalah pendonor kita, yang ikut serta TPK (Terapi Plasma Konvalesen) tahun 2020, sebanyak 62 orang, kemudian, yang kita berikan adalah beras unggulan produk Bali, susu, madu dan beberapa vitamin lainnya, agar mereka sehat, dengan sehat, ini menandakan bahwa, masyarakat Bali semakin baik dan semuanya akan berbahagia,” jelasnya.

“Kami selaku Ketua PD PDDI daerah Bali melaksanakan kegiatan pemberian tali kasih kepada saudara-saudara kita, yang telah terkena Covid-19. Tali kasih ini, kami berikan sebagai sumbangsih kepada saudara kita yang mengalami terpapar Covid-19, yang telah sembuh, yang kemudian berbagi kepada mereka yang terpapar Covid-19,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Pringgantara menyatakan, pembagian ini, sebagai bentuk penghargaan kepada mereka, yang berdedikasi besar dalam bidang kemanusiaan, bahkan road show kami, pada kegiatan ini adalah Goes to Campus, Goes to Milenial dan Goes to Pers,” kata Pringgantara.

Pihaknya, juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Bali TV, karena seijin Ibu Owner Bali TV, Ibu Agung Sri Utari Satria Naradha, telah memperkenankan wantilan Bali TV sebagai tempat bersejarah dalam memberikan penghargaan lanjutan kepada mereka yang telah berdonasi besar, dalam bidang kemanusiaan,” tambahnya.

“Yang utamanya, dilaksanakan di Bali TV adalah agar berita yang terbaik ini, disampaikan ke masyarakat luas bahwa, jangan kita berhenti sampai disini saja, akan tetapi, kegiatan ini, terus digaungkan dan diupayakan agar, Bali itu sehat, Bali itu bangkit dan Bali itu bisa bekerja bersama-sama agar kita tidak terpapar kesedihan, karena terlalu lama, kita tidak beraktivitas. Dengan demikian, PDDI Bali tampil terdepan, untuk memberikan semacam stimulasi pada masyarakat luas, inilah kita hidupkan kembali, “Lentera Donor Darah”,” ungkap Pringgantara dengan semangat berapi-api.

Pada kesempatan yang mulia ini, pihaknya juga, berharap bersama-sama, bersinergi dengan program pemerintah, yang disebut Vaksinasi. Namun, itu tidak mengurangi rasa baktinya kepada Negeri, yang salah satunya adalah mengajak untuk berdonor dulu, sebelum mereka melakukan Vaksinasi. Setelah Vaksinasi kedua, 14 hari berikutnya, “Saudara-Saudara kita, boleh ikut melakukan program besar, yaitu gerakan donor darah,” ungkapnya.

Dijelaskan, lebih lanjut, untuk TPK (Terapi Plasma Konvalesen) dibagi dalam beberapa tahapan, yaitu TPK tahun 2020 diikuti 62 orang, kemudian TPK tahun 2021 diberikan tali kasih sebanyak 61 orang dan selanjutnya, diberikan penghargaan juga berupa tali kasih kepada yang berhak menerima penghargaan “Satya Lencana Presiden RI”, yang telah berdedikasi lebih dari 100 kali berdonor darah,” ujar Pringgantara.

“Nanti kita akan agendakan dalam ruang dan waktu yang berbeda. Ini bukti bahwa, kegiatan kita ini, merajut kasih agar semua bisa berbagi, tidak hanya memberikan saja, akan tetapi, kita sebagai pengurus, yang mewadahi pendonor bisa memberikan tali kasih ini, agar mereka semuanya berbahagia,” kata Pringgantara.

Pihaknya juga mendukung penuh kebijakan pemerintah, untuk melindungi warga negaranya dan itu adalah hak dan kewajiban pemerintah, namun, disisi lain, Pringgantara juga mendorong dan menjaga keberadaan stok darah yang ada di rumah sakit, agar berada dalam posisi aman,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya juga berharap agar, para pendonor Indonesia sehat dan cerdas yang berkarakter, berbudaya serta penuh dedikasi kepada Bangsa dan Negara, dengan harapan, sebelum bervaksinasi, silakan berdonor dulu, karena, kegiatan ini, untuk menjaga stok darah, tetap aman di rumah sakit,” bebernya.

“Kita berharap, Vaksinasi ini, semarak digelar di seluruh warga Bali, yang tujuannya untuk mengontrol kesinambungan gerakan donor darah ini, berjalan dengan baik dan sukses. Jadi, Vaksinasi sukses, donor darah sukses, otomatis masyarakat Bali sehat, serta diseluruh dunia dipenuhi dengan kesehatan dan kebahagiaan,” tutupnya. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here