JBM.co.id, Denpasar – Viralnya video Desak Dharmawati di beberapa platform media sosial seperti Youtube, Facebook, WA Group dan lainnya, menimbulkan keresahan dan membuat umat Hindu tersinggung. Dalam video yang beredar dan viral di media sosial, Desak Dharmawati mengaku dirinya seorang mualaf, dan melontarkan kalimat-kalimat yang melecehkan dan menistakan agama Hindu.

Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si, saat dihubungi media menegaskan, pihaknya akan ke Mapolda Bali, untuk menyampaikan masukan maupun laporan agar aparat penegak hukum khususnya Polri, agar memberikan atensi dan melakukan pengusutan terhadap permasalahan ini, untuk meyakinkan umat Hindu dan masyarakat, bahwa adanya dugaan penistaan agama harus diproses tanpa adanya diskriminasi.

Untuk dukungan tersebut, Senin (19/4), PHDI Bali akan audiensi ke Mapolda Bali, selain menyiapkan FGD (focus group discussion) dengan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang hukum pidana, sosial budaya dan teologi agama Hindu, agar diperoleh kajian yang kuat dan mendalam, guna membedah pernyataan-pernyataan Desak Dharmawati tersebut.

‘’Dalam waktu dekat, PHDI Bali menyiapkan FGD, diskusi terbatas untuk menggali argumen-argumen yuridis, agama, budaya dan argumen komprehensif lainnya, sebagai dasar untuk mendukung Kepolisian mengusut kasus ini sampai tuntas,’’ ujar Prof. IGN Sudiana.

Namun, Sudiana juga mengajak seluruh umat dan masyarakat, mendukung langkah kepolisian untuk mengusut kasus ini dan jangan sampai terprovokasi untuk ditabrakkan antar elemen umat beragama. Karena jelas, dengan dasar negara Pancasila dan bhinneka tunggal ika, sangat penting untuk menjaga persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia, sebagaimana dimaksudkan oleh para pendiri bangsa.

‘’Kita mendukung dan mendorong penegakan hukum dalam kasus ini, tapi kita tidak boleh lupa menjaga kerukunan dan kebhinekaan yang selama ini terjaga. Apa yang diucapkan oleh Ibu Desak Dharmawati, menunjukkan pemahaman yang belum mendalam tentang agama Hindu, termasuk pada masalah yang paling mendasar dan sederhana,’’ jelasnya. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here