JBM.co.id, Surabaya – Sebagai seorang dosen, seharusnya RH bisa menjaga perilakunya.

Akibat perilaku mesum yang dilakukan terhadap keponakannya sendiri, RH, seorang dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember dan telah ditetapkan sebagai tersangka, secara resmi telah dibebas tugaskan dari Universitas Jember (Unej).

RH dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Koordinator Program Magister (S2) Program Studi Ilmu Administrasi Fisip Universitas Jember.

Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Jember Nomor 6954/UN25/KP/2021 tentang Pembebasan Sementara dari tugas jabatan Koordinator Program Magister (S-2) Program Studi Ilmu Administrasi Fisip Universitas Jember.

“ Berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh dan mengingat ancamannya hukuman disiplin tingkat berat, maka sesuai Pasal 27 PP No. 53 Tahun 2010 Tim Investigasi /Tim Pemeriksa memberikan rekomendasi kepada Rektor untuk membebas tugaskan sementara RH dari jabatannya,” demikian disampaikan Wakil Koordinator Humas Universitas Jember Rokhmad Hidayanto, melalui keterangan tertulis, Kamis (15/4).

Pembebastugasan RH dilakukan sebagai upaya kampus untuk mendukung kelancaran pemeriksaan lanjutan oleh Tim Investigasi/Tim Pemeriksa.

Selain itu, kata Rokhmad, pembebastugasan RH juga dilatar belakangi perkembangan status hukum RH yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jember berdasarkan alat bukti yang mencukupi dan memadai.

“ Pembebastugasan RH ini masih bersifat sementara, dan berlaku sampai ditetapkannya hukuman. Sanksi disiplin yang mengancam RH pun antara lain dipecat dan diberhentikan dari PNS,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, RH ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jember, Jawa Timur dalam kasus pencabulan terhadap keponakannya sendiri.

Terkait kasus ini, penyidik telah mengantongi sejumlah alat bukti yang menguatkan dugaan pelecehan seksual tersebut, yakni keterangan saksi-saksi, hasil visum psikiatri dan bukti rekaman audio. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here