JBM.co.id, Singaraja – Kadek Suwita (37) terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Sektor Tejakula, Polres Buleleng. Pasalnya, pria yang tinggal di Banjar Kelodan, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula itu, nekat mencuri kayu sonokeling di hutan milik Perhutani di hutan Munduk dalam RTK 20 Penulisan Kintamani Pal No 11 KL, Desa Madenan.

Tak pelak, Suwita harus rela merasakan gerahnya hidup dibalik jeruji besi. Pelaku Suwita dijerat Pasal 82 UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit 5 Miliar

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Tejakula AKP Ida Bagus Astawa SH menjelaskan, kronologi bermula adanya laporan dari Kepala Resort Pengelolaan Hutan Tejakula Ketut Witana bahwa telah terjadi penebangan dan perusakan hutan tanpa ijin.

Penebangan pohon kayu sonokeling diketahui saat pihak kehutanan melakukan pengecekan dan melihat di kawasan hutan ditemukan 6 batang kayu gelondongan jenis kayu sonokeling dan tonggak kayu tebangan sebanyak 1 pohon, pada Rabu (7/4) sekitar pukul 12.00 siang.

“Nah, dari hasil pemeriksaan dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara ) serta keterangan sejumlah saksi, kecurigaan mengarah kepada Kadek Suwita.

Kami lakukan pemanggilan dan interogasi, hingga akhirnya pelaku Suwita mengakui perbuatannya melakukan penebangan pada Selasa (6/4) pukul 13.00 siang” ungkap Kapolsek Astawa, Kamis (8/4) siang.

Lalu, apa alasan pelaku Suwita nekat mencuri kayu sonokeling?

Menurut keterangan pelaku Suwita sebut Kapolsek Astawa, kayu sonokeling akan digunakan sebagai bahan bangun bale bengong di rumahnya sendiri.

“Kami juga amankan alat yang dipergunakan untuk melakukan penebangan berupa mesin chainsaw. Ya, pelaku sudah diamankan. Kayu sonokeling itu rencananya dipakai bangun bale bengong,” tandasnya. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here