JBM.co.id, Karangasem – Salah seorang pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem I Ketut Garjita berpulang menghadap Hyang Widhi, setelah satu setengah tahun berjuang melawan tumor ganas yang menyerang pada bagian kepalanya. Kepergiannya membuat jajaran Kejari Karangasem Berduka Cita.

Almarhum Ketut Garjita mengawali kariernya di Kejari Karangasem sebagai pegawai administrasi atau tata usaha sejak tahun 2011 hingga 2021. Selain sebagai pengawal tahanan, jabatan terakhir almarhum adalah sebagai petugas tilang pada Korp Adhyaksa di gumi lahar.

Almarhum yang akrab disapa Jro Tegar ini, berpulang pada Rabu 6 April 2021 sekitar pukul 03.30 Wita, setelah mendapat perawatan tim medis di sebuah rumah sakit di Denpasar. Saat ini jenazah almarhum telah disemayamkan di rumah duka di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli.

Kasi Pidum Kejari Karangasem Kadek Diah sempat menyampaikan kegelisahannya atas kondisi kesehatan almarhum kepada Kasubag BIN Kejari I Gusti Lanang Saputra, SH.

“Ajik, Informasi dari rumah sakit, harapan hidup Jro Tegar hanya 2 persen saja,” ucap Jaksa asal Klungkung ini dalam sambungan telepon dengan Gusti Lanang saputra.

Dalam waktu yang sama, Kasi Intel Kejari Karangasem I Dewa Gede Semara Putra juga sangat prihatin dan mengajak untuk mendoakan kondisi almarhum. “Ya, kita doakan saja agar kesehatan Jro Tegar terus membaik,” doa Dewa Gede Semara Putra.

Sementara itu, Lanang Saputra sempat menerangkan, tumor ganas yang menyerang kepala bagian belakang Jro Tegar sudah sempat sembuh dan mulai bisa bekerja normal sejak 6 bulan terakhir. Tapi sebelum masuk rumah sakit kali kedua, almarhum dikabarkan sempat olah raga berat, seperti bermain bola volli dan futsal. Padahal rekan-rekannya di kantor sudah sering mengingatkan.

“Almarhum orangnya sangat baik, mungkin ini sudah menjadi jalan beliau untuk menghadap Hyang Widhi,” ucap Lanang Saputra.

Rencananya, hari ini Kamis 8 April 2021, almarhum akan dimakamkan. Tapi sebelum pemakaman akan diawali dengan acara serah terima dari pihak Kejari Karangasem kepada keluarga, untuk dilanjutkan prosesnya secara adat Desa Songan. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here