Sampah tidak akan pernah hilang dari kehidupan kita, selama manusia masih ada maka sampah akan terus ada, masalah dengan sampah pun akan terus ada.

JBM.co.id, Klungkung – Dikonfirmasi di kantor LSM Marutha Rabu 7 April 2021, ketua LSM Marutha “Gung Anom Tantra”
Menyampaikan “merujuk dari terbitnya Pergub no 47 tahun 2019 yeng berbunyi pengolahan sampah berbasis sumber Pergub inilah yang menjadi payung hukum dari Marutha untuk bergerak memberikan edukasi dan pembinaan mengenai pengolahan sampah dan membentuk team saiber marutha yang tugasnya membantu mengatasi masalah sampah di setiap desa”

Sampah di Bali perharinya mencapai 4000 ton sehingga harus mendapatkan penanganan yang benar benar khusus. Dimana selama ini dalam pengolahan sampah mengunakan metode 3R atau 4R saja namun di Marutha sendiri menggunakan metode 5R.

Dimana metode ini sangat ampuh untuk menanggulangi permasalahan dalam penanggulangan sampah.

“5R ini merupakan reduce (mengurangi) , reuse (penggunaan kembali) , recycle (mendaur ulang) , recovery (pemulihan) , dan regenerative (yang membarui).

Dengan 5R ini sampah akan di ubah menjadi pelet atau batubara nabati sehingga bisa menjadi solusi mencegah pencemaran emisi gas metan yang ditimbulkan dari penumpukan sampah” inbuhnya.

Gerakan 5R ini sudah diaplikasikan oleh desa Sumerta kaje dengan bimbingan dan arahan dari team saiber marutha sendiri, dan nantinya seluruh desa di Bali bisa mengaplikasikan 5R ini untuk menanggulangi permasalahan sampah yang ada di desanya dan di Bali.

“Mari masyarakat bali kita bangkit untuk memerangi sampah karena sampah ini sangat berbahaya bagi kita dan lingkungan hidup, dan 5R ini merupakan jalan satu satunya dimana sampah ini akan selesai di ubah menjadi batu bara nabati energi yang terbarukan yang nantinya bisa membersihkan Bali secara menyeluruh”pungkasnya. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here