JBM.co.id, Singaraja – Polisi terus melakukan pendalaman terkait penanganan kasus kematian Ketut Mintaning alias dadong (nenek) Mintan (66) yang ditemukan tewas di tempat tinggalnya yang di jalan Pulau Natuna, Kelurahan Penarukan, Kabupaten Buleleng.

Sedikitnya, ada sekitar tujuh (7) orang  saksi yang diperiksa polisi terkait kasus ini. Pun, aparat kepolisian melacak keberadaan HP (ponsel) milik korban Mintan.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasubbag Humas, Iptu Gede Sumarjaya mengakui pihaknya mengalami kesulitan mengungkap kasus dugaan pembunuhan dadong Mintan. Pasalnya,  minim saksi yang melihat atau mendengar langsung saat peristiwa tersebut.

Meski begitu, Kasubbag Sumarjaya menegaskan, jika kematian korban dadong Mintan ini, adalah meninggal secara tidak wajar.

“Sudah ada hampir 7 orang sampai 8 orang saksi yang dimintai keterangan, sebelumnya juga melibatkan Tim Labfor Polda Bali. Dugaan korban Mintan mati tidak wajar, disebabkan peristiwa melibatkan orang lain, bisa saja pembunuhan atau penganiayaan menyebabkan korban meninggal. Saat ini, kami sedang melacak keberadaan ponsel korban,” singkat Kasubbag Sumarjaya, Selasa (6/4) pagi.

Photo : Polisi Melakukan Olah TKP dirumah Korban Dadong Mintan
Photo : Polisi Melakukan Olah TKP dirumah Korban Dadong Mintan

Sementara, untuk mengetahui pasti penyebab kematian korban, polisi juga masih menunggu hasil autopsi terhadap jenazah korban yang telah dilakukan tim dokter Forensik RSUD Buleleng.

Selain itu, polisi juga masih menunggu hasil tim Labfor Polda Bali yang sempat turun beberapa waktu lalu lakukan olah TKP di lokasi penemuan korban dadong Mintan.

Sebelumnya, Ketut Mintaning alias dadong Mintan (66) ditemukan tewas di kamar tidur tempat tinggalnya di wilayah Kelurahan Penarukan, pada Senin (29/3) sekitar pukul 13.00 siang. Korban ditemukan tewas oleh saksi yang merupakan keponakan korban yakni Kadek Ayudiani dan Gede Mas Budiasa, yang datang ke lokasi untuk mengetahui kondisi korban lantaran selama 2 hari tak ada kabar.

Korban ditemukan tewas, dengan posisi tengadah, mulut tersumpal dengan kain, darah keluar dari telinga, perut kembung, kaki menekuk di pintu masuk pada kamar tidurnya. Beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan terkait kasus ini, termasuk dari tim Labfor Polda Bali turun langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here