Hukum

Rutan Kelas IIB Gianyar Gelar Razia Serentak Bersama APH, Suprapto: Cegah Gangguan Kamtib Melalui Deteksi Dini

JBM.co.id, Gianyar – Serangkaian memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 tahun 2021, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gianyar melaksanakan “Razia Serentak” Bersama Aparat Penegak Hukum (APH)”, bertempat di Jalan Ngurah Rai I/3 Gianyar, pada hari Selasa (6/4/21).

Razia Serentak dan bersama ini, dilakukan, untuk menindaklanjuti arahan Direktorat Jenderal (Dirjen) PAS nomor: PAS.2-PK.02.10.02-143, tertanggal 1 April 2021, perihal “Razia Serentak” dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP), yang jatuh pada tanggal 27 April 2021.

Salah satu bentuk razia serentak berupa penggeledahan di masing-masing kamar atau blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang dilaksanakan bersinergi dengan pihak Kepolisian Resort Gianyar, Kodim 1616/Gianyar dan pihak BNNK Gianyar.

Razia bersama ini, dilakukan di Rutan Kelas IIB Gianyar, yang dipimpin oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Bali, Suprapto beserta tim Petugas Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gianyar, yang bersinergi dengan Kepolisian Resort Gianyar, Kodim 1616/Gianyar dan BNN Kabupaten Gianyar.

Kepala Divisi Pemasyarakatan, Suprapto didampingi Kepala Rutan Kelas IIB Gianyar, Muhammad Bahrun, A.Md.,IP., SH., MH., serta Kasubsi Pelayanan Tahanan (Yantah), A.A. Gde Putra Arimbawa, S.Sos., menyatakan, kegiatan razia bersama ini, dilakukan, dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-57, yang digelar pada tanggal 27 April 2021,” ungkapnya.

“Perlu kita lakukan ini, karena memang, beberapa hal, yang menjadi penyebab gangguan Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) adalah faktor penyimpanan senpi dan juga senjata tajam, yang dilakukan, dalam upaya mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtib melalui “Deteksi Dini”, bebernya.

“Deteksi dini ini, kami lakukan, itu tidak bisa digelar sendiri, ini harus berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai Aparat Penegak Hukum (APH), yang sekarang ini, kami laksanakan dengan pihak Kepolisian, dalam hal ini, Polres Gianyar dan juga anggota TNI, yaitu Kodim 1616/Gianyar serta pihak BNNK Gianyar. Semuanya, secara bersama-sama dengan pihak Rutan Gianyar, melakukan kegiatan ini, dalam rangka, untuk mencapai, apa yang kita harapkan bersama, yaitu situasi yang kondusif, aman dan tertib, khususnya di Rutan Gianyar, pada umumnya, Kabupaten Gianyar,” jelasnya.

Sementara, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gianyar, Muhammad Bahrun, A.Md.IP.,SH.,MH., didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan (Yantah), A.A.Gde Putra Arimbawa, S.Sos., menyatakan, kegiatan “Razia Serentak”, yang bersinergi dengan APH menunjukkan bahwa kita juga bisa berkolaborasi dengan pihak terkait, dalam menangani masalah Rutan Gianyar. Ini merupakan bentuk transparansi dalam pengawasan yang dilakukan. Jadi, tidak ada sesuatu yang ditutupi, apalagi disembunyikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ditambahkan, Kasubsi Yantah, A.A. Gde Putra Arimbawa,S.Sos., berharap, agar kedepannya, kita akan terus melakukan razia secara rutin, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan menjadikan Rutan sebagai tempat pembinaan, agar WBP saat keluar dari Rutan Gianyar menjadi insan yang berguna bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dari hasil penggeledahan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gianyar, yang berjumlah 7 (tujuh) blok hunian atau kamar ditambah blok wanita, ruang isolasi, mapenaling dan halaman serta mushola, ditemukan berbagai jenis senjata tajam, sabuk, botol kaca, cutter, tali rafia, alat cukur, potongan sikat gigi, kartu, piring, seng, sendok besi, jam tangan, gelang, sejumlah uang dan juga ditemukan korek api.

“Hasil penggeledahan, bisa kita saksikan bersama, kita temukan berbagai jenis senjata tajam buatan, bukan asli, tapi berupa pisau untuk membuat karya keterampilan. Tetapi, karena itu, disimpan di blok hunian, ya, kita amankan, untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” jelasnya.

Selanjutnya, imbuhnya, “Kemudian banyak juga ditemukan korek api. Itu khan, benda berbahaya. Karena, bisa digunakan untuk aktivitas membakar. Selanjutnya, uang, itu ada batasnya. Juga dibolehkan hanya untuk penambah sedap-sedapan. Hanya benda-benda yang bersifat dilarang, itu yang kami sita dan amankan,” jelasnya.

Seluruh petugas dalam melaksanakan kegiatan ini, tetap mematuhi Protokol Kesehatan dan acara berjalan dengan lancar serta tertib,” katanya.

“Harapan kami, dengan adanya kegiatan Razia Bersama”, mudah-mudahan situasi yang kita harapkan tetap kondusif dan WBP memahami bahwa, benda-benda yang dilarang itu, tidak boleh ada didalam blok hunian atau kamarnya masing-masing,” pungkasnya. (Red/Jbm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: