JBM.co.id, Singaraja – DPRD Buleleng mendesak agar pemerintah membebaskan pajak bagi para petani. Desakan itu muncul dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dilangsungkan di Ruang Komisi II DPRD Buleleng.

Ketua Pansus PLP2B Putu Mangku Budiasa mengatakan, pihaknya telah meminta masukan dari para petani. Salah satu permintaan petani adalah pemerintah menggratiskan pajak bumi bagi para petani. Terutama bagi lahan-lahan pertanian yang masih aktif ditanami komoditas padi. Hal ini dinilai krusial, karena dalam draft ranperda belum ada aturan untuk membebaskan pajak bagi petani.

“Dalam draft itu bahasanya insentif pengurangan pajak. Kami ingin agar bahasa dalam draft ranperda itu tegas saja. Kalau lahan pertanian itu masuk dalam peta LP2B, maka pajaknya digratiskan,” tegas Mangku, Senin (5/4).

“Tahun ini mungkin saja pengurangan pajaknya 90 persen. Tapi pada tahun-tahun berikutnya, karena berbagai pertimbangan, bisa sajak pengurangan pajaknya hanya 10 persen. Makanya kami minta tegas saja, bahwa pajak itu digratiskan,” imbuhnya.

Menurut politisi PDI Perjuangan asal Desa Selat, Kecamatan Sukasada itu, pemerintah hanya kehilangan potensi pendapatan sebanyak Rp 8 miliar apabila menggratiskan pajak bagi para petani. Dewan menilai hal itu tak masalah. Karena pemerintah harus memprioritaskan ketersediaan cadangan pangan bagi masyarakatnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta mengatakan, wacana pembebasan pajak masih akan dibahas lebih detail lagi oleh pihak eksekutif. Selain itu eksekutif perlu meminta fatwa hukum pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Agar tak terjadi kekeliruan regulasi.

“Rekan-rekan di Badan Keuangan dan Bagian Hukum masih meminta fatwa hukum terkait hal ini. Selain itu juga kan butuh kebijakan dari pimpinan daerah. Pada prinsipnya kami sepakat, selama regulasinya memungkinkan,” singkatnya. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here