Gandeng BLC, Bahrun Yakin Napi Menjadi Pribadi yang Produktif

JBM.co.id, Gianyar – Narapidana atau Tahanan yang disebut Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sangat antusias mengikuti pelatihan pengembangan bakat dan kemandirian di wilayah Rutan Kelas IIB Gianyar, yang berlokasi di Jalan Ngurah Rai I/3 Gianyar, pada hari Senin (5/4/21).

 

Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gianyar, Muhammad Bahrun, A.Md.IP.,SH.,MH., didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan (Yantah), A.A.Gde Putra Arimbawa, S.Sos., mengapresiasi kegiatan pelatihan pengembangan bakat dan kemandirian, yang dilaksanakan pihaknya, dengan menggandeng Bali Lou Han Community (BLC), terkait pembekalan budidaya ikan Lou Han, yang dijadwalkan berlangsung 4 hari, dimulai tanggal 5 April 2021 hingga 9 April 2021.

“Pada hari ini, kami sampaikan, bahwa pihak Rutan kelas IIB Gianyar telah menjalin kerjasama, dengan menggandeng pihak Bali Lou Han Community (BLC), untuk memberikan pembekalan serta praktek, berkaitan dengan budidaya ikan Lou Han,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dijelaskan, bahwa kegiatan ini, bertujuan, agar WBP dapat memperoleh bekal keterampilan, untuk berkarya secara mandiri, baik selama berada di Rutan Gianyar maupun nanti setelah mereka kembali menjalani kehidupan ditengah-tengah masyarakat,” bebernya.

Sementara, Kasubsi Pelayanan Tahanan (Yantah), Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gianyar, A.A. Gde Putra Arimbawa, S.Sos., menambahkan, kegiatan positif yang dilakukannya, memungkinkan WBP dapat terus berkarya. Berkat dukungan dari BLC, tidak hanya mendapatkan bekal ilmunya saja, akan tetapi, dari hasil praktek kegiatan ini, WBP menjadi lebih produktif,” imbuhnya.

 

“Kami, pihak Rutan telah menjalin kerjasama dengan BLC, untuk memfasilitasi pemasaran dari hasil pembiakan budidaya ikan Lou Han.

Dalam hal ini, pihaknya, selalu memikirkan pengembangan serta ide-ide kreatif, untuk dapat memberikan pelayanan dan pengembangan kemampuannya bagi WBP di wilayah Rutan Gianyar.

Secara prinsip, jeruji besi tidak membatasi mereka dalam berkarya,” jelasnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Bahrun, dengan motto “Orang sukses bukan tercipta tetapi tertempa, maka kami yakin, mereka akan tetap menjadi pribadi yang bermanfaat, baik selama menjalani kehidupan di Rutan Gianyar maupun nanti usai mereka kembali berada ditengah-tengah masyarakat, akan ditempa menjadi insan yang berguna bagi kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here