JBM.co.id, Buleleng – Rangkaian peringatan HUT Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ke -48, DPC PDI P Kabupaten Buleleng Bali, kembali membuat gebrakan dengan menggelar lomba mixologi berbahan dasar arak bali.

Lomba mixologi berbahan dasar arak bali ini, diikuti oleh puluhan bartender , dan digelar di Rangon Sunset Restoran, Pantai Penimbangan, Singaraja, Bali, Sabtu (3/4).

Menurut Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng Gede Supriatna rangkaian peringatan HUT PDI Perjuangan ke 48 dimulai dari bulan Januari sampai 31 Mei, kemudian berlanjut nanti bulan Juni peringatan Bung Karno.

Dalam rentang waktu enam bulan ini dimeriahkan dengan kegiatan yang tidak hanya berkaitan dengan lingkungan saja, tetapi juga kegiatan yang bisa memunculkan kearifan lokal yang ada di Bali.

Seperi lomba barista dan mixologi yang memanfaatkan bahan dasar lokal.
“Tujuan dari digelarnya lomba mixologi arak Bali ini untuk mengangkat kearifan lokal yang ada di Bali khususnya di Buleleng, yang terkenal dengan arak Bali.

Lomba ini menarik sekali karena diikuti oleh para bartender yang sudah profesional yang sudah malang melintang di hotel-hotel berbintang yang ada di Bali,” kata Gede Supriatna.

Para peserta lomba tersebut, kata Gede Supriatna yang akrab dipanggil Supit kebanyakan para bartender yang menjadi korban PHK sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Lewat kegiatan ini mereka sangat antusias untuk mengisi kesenggangan dalam kondisi dirumahkan.

Mudah-mudahan kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan baik, dan nanti kita akan melakukan kegiatan lain seperti lomba kebaya pakem Bali.

Ini sebagai upaya mengangkat kearifan lokal dalam bidang kerajinan atau UMKM. Tak kalah menarik, juga nantinya akan kita gelar lomba web pasar Bali sebagai upaya mengangkat kearifan lokal di bidang budaya,” tuturnya.

Gede Supriatna, dengan digelarnya bermacam lomba tersebut, menunjukkan bahwa PDI P dalam hal berpolitik tidak semata berorientasi terhadap kekuasaan saja, tetapi juga melakukan kegiatan-kegiatan untuk membangun peradaban.

Gede Supriatna berharap, dengan digelarnya lomba mixologi Arak Bali, bisa menggairahkan para pengrajin dan menaikkan harga jual arak.

Dengan demikian, arak bali bisa menjadi tuan rumah untuk menjamu tamu-tamu dari mancanegara. Bukan untuk mabuk-mabukan. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here