JBM.co.id – Sederhana, supel, tegas, bersahaja dan religius, itulah sifat yang melekat pada diri Farkhan Evendi, Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI) yang merupakan organisasi sayap kepemudaan dari Partai Demokrat.

Meski baru memasuki usia paruh baya, namun Farkhan Evendi memiliki visi ke depan, bagaimana bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Bintang Muda Indonesia (BMI) meski terbilang masih belia, namun organisasi kepemudaan ini, sudah mampu mengepakkan sayapnya ke seluruh penjuru nusantara.

“Alhamdulillah BMI meski tergolong masih muda, namun sudah berkembang pesat, dan mendapat respon positif di kalangan anak-anak muda. BMI memberi ‘ruang’ bagi mereka, kaum milenial adalah memegang kendali untuk dunia politik.

Bersikap aktif dan berfikir kritis,” kata Farkhan Evendi kepada Majalah Forum CEO, di salah satu kedai kopi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Kaum muda, kata Farkhan, harus berperan aktif dan berpandangan jauh ke depan dalam politik.

“ Berbicara politik tentunya sangat menarik, bahkan di ruang publik maupun di warung kopi sekalipun. Namun, tidak semua kalangan setuju bahwa politik itu sesuatu yang menarik, justru masing-masing orang memiliki pandangan dan minat yang berbeda.

Kenapa demikian, sebagian orang masih setuju dan berpandangan politik itu bukan sesuatu yang dapat mewujudkan kebahagiaan yang sama, justru sebagian orang berpendapat bahwa politik itu hanya sebuah alat kotor, bahkan tak jarang masyarakat cenderung anti dengan berbagai persoalan politik karena politik itu identik dengan korupsi.

Kita harus mengedukasi anak-anak muda, bagaimana membangun politik yang berbudaya, santun dan beretika,” kata Farkhan.

Disampaikan Farkhan, selama ini stigma mengenai politik sering dicitrakan sesuatu yang buruk, kotor dan penuh intrik, contohnya saja untuk mewujudkan hajat seseorang ataupun kelompok dalam mencapai tujuan yang dikehendaki, sering kali segala upaya dilakukan, bahkan bertentangan dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat.

“Politik itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang buruk, bahwa dalam kegiatan kita sehari – hari pun itu adalah aktifitas politik. Karena, politik itu adalah usaha untuk mencapai kehidupan yang baik.

Jikalau masih banyak paradigma sebagian orang yang menyatakan bahwa politik itu buruk, saya khawatir hal tersebut akan melebar dan membingkai pemikiran sebagian kalangan lain khususnya kalangan anak muda atau sering disebut dengan kalangan milenial sehingga sepakat bahwa politik itu tindakan yang kotor pula. Kita harus mengedukasi, nah di BMI ini memberi ruang untuk itu,” ujarnya.

Melihat partisipasi politik di kalangan anak muda, Farkhan mengatakan, tren politik milenial di dunia sebenarnya bisa diartikan membaiknya kesadaran politik milenial. Tapi tentu saja, ini masih jauh dari cukup. Kesadaran politik milenial harus menjadi perhatian bersama.

Farkhan, sosok muda yang tak kenal lelah dalam mengembangkan BMI. Pantang menyerah, tahan banting, itulah yang mengantarkannya meraih penghargaan ‘Indonesia Leadership and Professional Award Winner 2021’, karena dinilai sukses membangun organisasi pemuda.

Farkhan menyebut, kunci sukses dibalik organisasi adalah pemimpin. Pemimpin harus tahu kapan mengambil peluang dan bagaimana memotivasi timnya untuk bekerja keras mencapai tujuan organisasi.
Selain itu, kata dia, tak kalah penting pemimpin harus memiliki leadership skill dengan baik dan disiplin.

“Kunci keberhasilan adalah disiplin, karena disiplin memastikan semua aturan, kebijakan dan kesepakatan dilaksanakan dengan penuh dedikasi dan motivasi tinggi. Disiplin mengutamakan ketegasan prinsip dan akuntabilitas yang memadai,” terangnya.

Sukses dalam pandangan Farkhan Evendi adalah buah dari kerja keras dan disiplin yang menjadi prinsipnya selama ini, sehingga mengantarkannya sebagai sosok pemimpin muda yang diperhitungkan.

Selain itu sangatlah penting adalah pendekatan kepada masyarakat, restu kedua orang tua, dan tak putus untuk selalu mendekatkan diri pada Alloh SWT, Sang Pemilik Kehidupan ini.

“Penghargaan pada BMI malam ini adalah penghargaan yang sangat membahagiakan dan menjadi persembahan juga bagi jajaran pembina dan kader sampai tingkatan paling bawah,” ucapnya.

“Sungguh kami bersyukur, dan mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak penyelenggara, mudah-mudahan ini bisa menjadi pemantik bagi semua organisasi, utamanya organisasi pemuda.

Bahwa siapapun yang mau bergerak, berkarya dan memiliki karakter saya kira pantas untuk diberi stimulasi dengan penghargaan semacam ini, agar mereka betul-betul berharga dan berkarya di bangsa Indonesia ini ,” ujar Farkhan.

Farkhan menyebut, sebagai organisasi anak muda BMI memiliki tradisi mengkader anak muda dalam rangka mempersiapkan pemimpin di masa mendatang. “Yakni pemimpin yang santun, cerdas dan peduli,” katanya.

Anak-anak muda, sebut dia, kelak harus bisa mengisi ruang-ruang yang pantas untuk diisi, yang benar harus menang, yang baik harus memimpin.

“Sejatinya tujuan pengabdian BMI selama ini bukanlah untuk mendapat penghargaan. Namun demikian, jika ada yang memberikan apresiasi pada BMI tentu akan tetap disambut dengan senang hati dan memberikan kebanggaan tersendiri bagi kader BMI.

Karena BMI sadar betul bahwa penghargaan yang didapat sekarang tidak diterima dengan cara instan dan mudah, penghargaan pada BMI diperoleh dari kerja keras, kegigihan dalam berjuang semua kader-kader BMI,” terang Farkhan.

Farkhan mengungkapkan, gerakan yang dibangun BMI adalah narasi-narasi yang melahirkan kepercayaan pada anak muda, maka penghargaan yang didapat adalah bagian dari kado sebuah perjuangan dan tentu saja kado itu merupakan karunia Allah yang bisa membuat kami kader BMI, Mas AHY, para Dewan Pembina BMI lalu pengurus BMI mulai tingkat pusat dan daerah.

BMI berkomitmen akan terus bergerak sebagai bagian dari ucapan terimakasih kepada kami atas penghargaan spesial ini.

Farkhan berujar, anak muda memiliki peran dalam agent of change atau pembawa perubahan.

“ Masa depan bangsa ini sangat ditentukan dari bagaimana pemuda bertindak. Lantas yang menjadi pertanyaan, bagaimanakah peran pemuda Indonesia saat ini, dan harapan untuk generasi muda ke depannya?” ucap Farkhan.

Pemuda, kata dia, merupakan muara bangsa Indonesia, memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Untuk menjadikan muara yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik, tentunya pemuda Indonesia diharapkan memiliki moral, etika, dan ilmu pengetahuan yang baik.

“Di BMI ini bisa dikatakan sebagai salah satu kawah candradimuka, untuk menempa anak-anak muda agar memiliki visi ke depan, bertanggung jawab dan turut mewarnai perjalanan bangsa ini,” ujar dia.

“ Dengan memiliki gelar agent of change, pemuda memiliki peran yang sangat berpengaruh, juga menjadi harapan bagi masyarakat dalam perubahan yang lebih baik. Masyarakat menaruh harapan untuk generasi muda bangsa Indonesia dalam membawa perubahan.

Kondisi saat ini akan terus tumbuh dan berkembang, tantangan zaman akan membawa pemuda Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar terutama dalam hal persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here