JBM.co.id, Gianyar – Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gianyar, Muhammad Bahrun, A.Md.IP.,SH.,M.H., merasa bangga bahwa Narapidana diberikan Pembinaan Bimbingan Kemandirian, sehingga mereka memiliki keterampilan tambahan, sesuai minat, bakat dan potensi yang dimilikinya, agar bisa dijadikan bekal, saat usai menjalani masa pidana,” jelasnya.

“Narapidana atau Tahanan yang kami sebut Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) telah diberikan beberapa keterampilan kerja, yaitu bengkel kerajinan tangan dari koran, kerajinan merajut, pangkas rambut, laundry, pencucian kendaraan, bahkan ada yang berminat dalam bidang pertanian,” ungkap Bahrun.

Hal senada, juga diungkapkan Kasubsi Yantah, A.A.Gde Putra Arimbawa,S.Sos., yang menyatakan, Pembinaan Kemandirian akan menghasilkan aneka produk dan barang, yang selanjutnya laku dijual sebagai output dari berbagai kegiatan WBP,” ungkapnya.

“Kami pun baru-baru ini, mulai tanggal 8 Maret hingga 19 Maret 2021, melakukan pelatihan pengembangan bakat dan kemandirian berupa “Pembuatan Tedung” bekerjasama dengan Pengerajin Tedung dan diikuti 8 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Astungkara, acara berjalan dengan lancar dan WBP dibekali keterampilan membuat tedung, yang nantinya berguna membantu meningkatkan taraf perekonomian keluarganya,” tegas Gde Putra.

Terkait sejarah singkat beserta tupoksi Rutan, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gianyar, Muhammad Bahrun, A.Md.IP.,SH.,M.H., menjelaskan, bahwa sejarah Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gianyar, seperti juga Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan lainnya, yang ada di Indonesia, awalnya bernama “Boei”. Kemudian berubah nama menjadi Rumah Penjara dengan sistem kepenjaraan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakannya, “Sistem Kepenjaraan” ini, berakhir pada tanggal 27 April 1964. Pada saat itu, lahirnya sistem pembinaan Narapidana berdasarkan sistem Pemasyarakatan.

“Dengan lahirnya sistem Pemasyarakatan Rumah Penjara Gianyar bersama-sama dengan Rumah Penjara yang lainnya, selanjutnya, berubah namanya menjadi Rumah Tahanan Negara Gianyar, berdasarkan Institusi Kepala Direktorat Kepenjaraan Nomor J.H.G.8 / 508 tanggal 18 Juni 1964,” bebernya.

“Dengan diundangkannya Undang-Undang no.8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, yang selanjutnya disebut KHUAP, pada tanggal 31 Desember 1981 dan Peraturan Pemerintah no.27 tahun 1983 tentang Pelaksanaan KHUAP, maka berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No.M.04.UM.01.06 tahun 1983, tanggal 16 Desember 1983 tentang Penetapan Lembaga Pemasyarakatan tertentu sebagai Rumah Tahanan Negara Gianyar,” ungkap Bahrun.

Dijelaskan lebih lanjut, berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM RI No.03.PR.07.03 tahun 1985, tertanggal 20 September 1985 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Tahanan Negara dan Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara.

Selanjutnya, sesuai Keputusan Menteri Kehakiman RI No.02-PK.04.10 tahun 1990, tertanggal 10 April 1990 tentang Pol Pembinaan Narapidana dan Tahanan, dilanjutkan dengan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis No.E76-UM.01 06 tahun 1986, tertanggal 17 Pebruari 1985 Tentang Perawatan Tahanan Negara, yang berkedudukan sebagai Unit Pelaksana Teknis dalam melaksanakan Tugas Pokok Departemen Hukum dan HAM RI,” paparnya.

Dijelaskan pula, tugas pokok Rutan adalah melakukan Pemeliharaan Keamanan dan Tata Tertib Rutan, serta pengelolaan Rutan lengkap dengan pelayanan Tahanan,”jelas Bahrun.

Sementara, fungsi Rutan adalah mempersiapkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk dapat berintegrasi secara sehat dengan masyarakat, agar dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Ditambahkannya, Rutan Kelas IIB Gianyar berada dibawah Kementrian Hukum dan HAM RI, yang beralamat di Jalan Ngurah Rai I/3 Gianyar.

Rutan ini dipimpin oleh Kepala Rutan, Muhammad Bahrun, A.Md.IP.,SH.,M.H., yang membawahi tiga kepala, yaitu Kepala Kesatuan Pengamanan, A.A.Gde Krisna Astina, Amd.IP. SH., Kasubsi Pengelolaan, Ngakan Made Wisata, S.Sos., dan Kasubsi Pelayanan Tahanan, A.A. Gde Putra Arimbawa,S.Sos, yang masing-masing memiliki tupoksinya,” pungkasnya. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here