JBM.co.id, Singaraja – Kabar berdirinya minimarket modern berjejaring indomaret disebut tidak mengantongi surat resmi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di wilayah Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, membuat sejumlah anggota Komisi II DPRD Buleleng gerah, tak terkecuali Made Sudiarta.

Politisi senior fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) asal Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng itu mengaku, tak habis pikir kenapa bangunan indomaret bisa berdiri tanpa mengantongi IMB terlebih dahulu.

Terlebih, kehadiran indomaret dikabarkan minim sosialisasi hingga kondisi itu berujung penolakan dari puluhan pedagang kecil. Mereka khawatir hal itu akan mematikan usaha warung rakyat di sekitar wilayah tersebut.

Nah, atas dasar tersebut, pria akrab disapa Dek Tamu itu menilai wajar jika para pedagang kecil di Desa Giri Emas ngotot menolak kehadiran indomaret.

“Biasanya, pendirian toko harus menempuh izin lokasi hingga izin penyanding (tetangga). Setelah izin keluar, baru ke proses IMB. Kabarnya penyanding menolak, namun kok masih nekat membangun. Belum, kami belum sempat turun ke lokasi.

Namun, jika nantinya itu benar (bangunan indomaret) tidak mengantongi IMB, kami pasti minta dinas terkait segera menindaklanjuti,” terang Dek Tamu ditemui di Kantor DPRD Buleleng, Senin (29/3) sore.

Meski begitu, pihaknya akan mengupayakan solusi terbaik untuk permasalahan ini. Dewan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memecahkan persoalan tersebut.

“Nah, jika menemukan penyimpangan, kita (Komisi II DPRD Buleleng) berjanji akan mengambil tindakan,” tegasnya.

Dek Tamu mengimbau kepada pihak pengusaha tersebut agar mempunyai kesadaran penuh untuk taat azas dan melakukan upaya pendekatan kepada pihak penyanding dan para pedagang di Giri Emas.

“Karena apa, kami meyakini pendekatan persuasif kepada penyanding dan pedagang merupakan cara ampuh untuk mendapatkan IMB dan ijin lainnya. Wajib luwes dong, jika tidak begitu, sangat tidak mungkin,” ungkapnya.

Made Anna selaku penyanding (tetangga).
Made Anna selaku penyanding (tetangga).

Terpisah, Made Anna selaku penyanding mengaku sudah melayangkan surat audensi kepada Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna.

Imbuh Anna, dalam isi surat disampaikan bahwa puluhan pedagang sepakat menolak kehadiran indomaret di Giri Emas.

“Surat sudah kami kirim kepada Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna. Semoga saja aspirasi kami secepatnya direspon. Ya, intinya kami sepakat menolak kehadiran indomaret,” singkatnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Buleleng, I Made Kuta menegaskan telah menolak pengajuan IMB dan izin operasional indomaret di Desa Giri Emas.

Alasan pihaknya menolak sebut Kadis Kuta, karena keberadaan indomaret masih menuai kontra di masyarakat, khususnya kalangan pedagang kecil.

“Kami tolak kok IMB indomaret di Giri Emas. Kan masih runyam dibawah (masyarakat). Apapun itu, selesaikan dibawah dulu,” ujar Kadis Kuta melalui telepon seluler. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here