Bupati Sanjaya: Bimbing Napi, Saat Keluar LP, itu yang Lebih Diatensi.

jBM.co.id, Tabanan – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Denpasar, Niluh Putu Andiyani,amdi.ip SH.MH., didampingi Ketua BPW Jarrak Bali, I Made Ray Sukarya melaksanakan audensi dengan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya,SE.MM., terkait sosialisasi dan tupoksi Bapas Kelas I Denpasar, dalam sistem kemasyarakatan dan diterima di ruang kerja Bupati Tabanan, Senin (29/3/21).

“Perlu Bapak Bupati ketahui, Bapas Kelas I Denpasar ada enam wilayah kerja, meliputi Singaraja, Negara, Denpasar, Badung dan Gianyar, termasuk juga Tabanan. Karena kantornya bertempat Jalan Ken Arok di Denpasar, maka dinamakan Bapas Kelas I Denpasar. Sekalian juga sosialisasi terkait tupoksi Bapas,”jelas Ka Bapas Andiyani.

“Kami juga bertugas mendampingi Anak Bermasalah Hukum (ABH), yang berumur dibawah 18 tahun, kami berikan pendampingan dari awal ditangkap, karena melakukan pelanggaran hukum, diproses hukum hingga putusan pengadilan berupa sanksi pelatihan kerja. Ada 8 orang telah kembali ke orangtuanya, yang kebetulan ABH tersebut, baru pertama kali melakukan tindak pidana dan masih sekolah. Kita berusaha bantu, agar tidak kehilangan hak untuk sekolah” papar Ka Bapas Andiyani.

Bupati Sanjaya kaget baru mengetahui keberadaan Bapas, yang disangka Lapas.

“Titiang pikir Lapas, ternyata Bapas. Baru kali ini, saya tau, apa itu Bapas, yang ternyata, berada dibawah Kemenkum Ham RI, Bapak Yasonna H.Laoly. itu, khan kader PDI-P dan pak Menteri pernah berkunjung ke kantor bupati Tabanan.

Bupati Sanjaya mengapresiasi Tupoksi Bapas Kelas I Denpasar, terutama program asimilasi dan klien yang tidak akan mengulangi lagi tindak pidana, dibawah pendampingan, bimbingan dan pengawasan dari Bapas Kelas I Denpasar.

“Itu sangat bagus. Namanya orang bermasalah, pasti sebagai manusia pernah lakukan itu. Akan tetapi, mengulangi 2-3 kali itu yang menjadi persoalan.
Nah, disinilah peran tupoksi Bapas Kelas I Denpasar,” ungkapnya.

Bupati Sanjaya juga memberi atensi khusus terhadap program asimilasi.
“Jangan seperti ada kebakaran, baru datang pemadam kebakaran. Seperti kejadian di masyarakat, ada kasus narkoba baru ditangkap. Nah asimilasi yang jadi masalah, agar tidak melakukan hal yang sama secara berulang-ulang. Ada asimilasi terhadap narapidana berarti ada edukasi, pembinaan, pendampingan dan pembimbingan, pengawasan, sesuai tupoksi Bapas dan kami dari pemkab Tabanan siap bekerjasama dengan dinas terkait, seperti dinas sosial atau menggandeng BNK dan instansi terkait, dalam memberikan pelatihan keterampilan, agar membantu ekonomi keluarganya,”jelas Bupati Sanjaya.

“Jika di Lapas itu merupakan tempat pembinaan. Nah, setelah keluar Lapas itu, kelanjutannya, bagaimana? Itu yang lebih diatensi. Kalau orang telah divonis, selanjutnya masuk Lapas, selesai urusannya. Selanjutnya, keluar Lapas, secara psikologis, apakah bisa diterima ditengah-tengah masyarakat, apalagi baru saja keluar penjara. Nah, ini perlu pendekatan dengan tokoh masyarakat, bendesa adat dan perbekel, bahwa mereka itu, juga warga kita, yang tidak mesti disingkirkan,”jelas Bupati Sanjaya.

“Disini perlu ada bimbingan di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa adat, agar terkoordinasi dengan baik. Ngiring kerjasama, jika ada agenda kegiatan dari Bapas,” ajak Bupati Sanjaya.

Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar, Niluh Putu Andiyani, amdi.ip SH.MH., didampingi Ketua BPW LSM Jarrak Bali, I Made Ray Sukarya menjelaskan bahwa “Tugas Pokok dan Fungsi Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar dalam sistem kemasyarakatan, terutama tentang pengawasan dan pembimbingan Klien Pemasyarakatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dipaparkan, Balai Pemasyarakatan atau disingkat Bapas merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dibawah Kementrian Hukum dan HAM RI, yang tugasnya melakukan bimbingan kemasyarakatan terhadap Klien Pemasyarakatan, meliputi penelitian kemasyarakatan, pendampingan, pembimbingan, pengawasan dan sidang TPP. Sementara, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan Unit pelaksana teknis yang melakukan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Anak Didik Pemasyarakatan.

“Intinya, Lapas itu pembinaan didalam. Sedangkan, Bapas itu diluar dilakukan pembimbingan,” jelas Ka Bapas Andiyani.

Selanjutnya, dipaparkan, Bapas Kelas I Denpasar telah melaksanakan kerjasama dengan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas) Kelompok Ikan Sari Nadi, Subak Baru, yang beralamat di desa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan.

Adapun penjabaran tupoksi Bapas Kelas I Denpasar meliputi pencatatan dan penelitian Kemasyarakatan (Litmas), yaitu kegiatan penelitian untuk mengetahui latar belakang kehidupan WBP yang dilaksanakan oleh Bapas,” paparnya.

Ada juga pendampingan, sebagai proses pemberian bantuan terhadap klien, untuk mengatasi masalah dengan tidak melakukan intervensi langsung. Dalam konteks pelaksanaan tugas PK, pendampingan dapat diartikan sebagai peran pembimbing kemasyarakatan untuk mendampingi klien dalam menghadapi permasalahan,” ungkapnya.

Selanjutnya, pembimbingan adalah pemberian tuntunan, untuk meningkatkan kualitas ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, intelektual, sikap dan perilaku serta kesehatan jasmani rohani Klien Pemasyarakatan. Pembimbingan oleh PK Bapas dilakukan terhadap terpidana bersyarat, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Anak Didik Pemasyarakatan yang mendapatkan Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat, dan Cuti Menjelang Bebas serta Anak yang berdasarkan Penetapan Pengadilan, bimbingannya dikembalikan kepada orang tua atau walinya.

“Ada juga, pengawasan yang dilakukan oleh PK, meliputi pengawasan terhadap pelaksanaan program pelayanan pembinaan dan pembimbingan WBP berdasarkan rekomendasi Litmas. Selain itu, pengawasan juga Pembimbing Kemasyarakatan terhadap pelaksanaan proses diversi dalam peradilan pidana Anak.

Terakhir, Bapas, dalam hal ini, Pembimbing Kemasyarakatan melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), dalam rangka pembahasan penelitian kemasyarakatan, pendampingan, pembimbingan dan pengawasan Klien Pemasyarakatan,” jelas Ka Bapas Andiyani.

Bupati Sanjaya mengapresiasi tupoksi Bapas Kelas I Denpasar, yang ternyata telah melakukan kerjasama dengan Dinas Perikanan, Kabupaten Tabanan, saat memberikan materi tentang tata cara budidaya ikan air tawar di desa Baru, Marga, Tabanan.

“Itu bagus ada bimbingan kemandirian budidaya ikan air tawar terhadap Klien Pemasyarakatan Bapas Kelas I Denpasar. Jadi, Klien Pemasyarakatan ada kesibukan, sekaligus hasilnya bisa membantu ekonomi keluarga.

“Silakan kerjasama dan jalin koordinasi dengan dinas-dinas terkait. Karena Tabanan terkenal agrarisnya, silakan jalin kerjasama dengan dinas pertanian dan juga perikanan. Ajak mereka membuat kelompok mancing ikan atau kelompok benih ikan. Apalagi, telah dilakukan di desa Baru. Itu airnya bagus. Jadi, sangat tepat dikembangkan budidaya ikan air tawar,”pungkas Bupati Sanjaya. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here