JBM.co.id, Singaraja – Sebanyak 22 pedagang di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng-Bali, mengirim petisi penolakan pendirian waralaba indomaret di Jalan Raya Giri Emas-Jagaraga, persisnya di Banjar Dangin Yeh, Desa Giri Emas kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng.

Pantauan, sejumlah atribut nampak terpasang menghiasi bangunan indomaret. Pun sejumlah calon karyawan terlihat wara-wiri melakukan gotong-royong.

Made Anna selaku penyanding (tetangga).
Made Anna selaku penyanding (tetangga).

Made Anna selaku penyanding menyebut, pendirian indomaret tidak mengantongi izin (IMB), bahkan minim sosialisasi juga mengabaikan keberatan dilayangkan sejumlah pelaku usaha mikro (pedagang kecil). Kini, mereka pun dihantui kekhawatiran, usaha warung-warung rakyat beroperasi di sekitarnya akan mati suri.

Tak sampai disitu, Anna didampingi Edi selaku kordinator pedagang juga mengaku, telah dikibuli (dibohongi), lantaran terlanjur menandatangani surat pernyataan setuju. Dimana sebelum bangunan indomaret berdiri, ia didatangi oknum aparat desa dinas Giri Emas yang menyampaikan bahwa pemilik lahan akan membuka usaha pribadi, namun faktanya, belakangan diketahui lahan memiliki total luasan 400 meter persegi milik Made Widiada itu berdiri bangunan indomaret.

Baca Juga :  Iming iming Asuransi, Pembeli Sepeda Motor Tertipu

Beruntung, Anna bisa mencabut kembali pernyataan dukungan tersebut.

“Ya, surat dukungan sebagai penyanding langsung saya cabut. Pernyataan dukungan dicabut sekitar pertengahan bulan Februari lalu,” terang Anna, Minggu (27/3) malam.

Ironisnya, keluhan para pedagang terhadap berdirinya indomaret itu, bahkan tak digubris oleh pihak pemerintah desa. Konon, indomaret akan beroperasi secara resmi pada Selasa (30/3) mendatang.

Tak pelak, setelah mendapati kenyataan pahit itu, Anna didampingi Kelian Desa Adat Dangin Yeh, Desa Giri Emas, Jero Mangku Wayan Gunawan lantas menemui Kepala Dinas PMPPTSP, I Made Kuta di ruang kerjanya pada Rabu (17/3) lalu.

Hasilnya, Dinas PMPPTSP tegas menolak pengajuan IMB dan surat izin operasional diajukan pihak indomaret tersebut.

“Belum, izin mendirikan bangunan (IMB) dari pihak terkait belum terbit, tetapi kok sudah melaksanakan pembangunan fisik bangunan? Aneh kan. Saya selaku penyanding (tetangga) belum tahu soal batas tanah serta bangunan sebagai pihak sebelahnya. Ya, kata Kadis Kuta pengajuan IMB dan izin operasional ditolak,” ungkapnya.

Baca Juga :  15 Warga Pacitan Kembali "Mabuk" Coronavirus. Total 507 Warga Pacitan Yang Terinfeksi Covid-19

Terpisah, Kadis PMPPTSP I Made Kuta saat dikonfirmasi tak menampik telah menolak pengajuan IMB dan izin operasional indomaret di Desa Giri Emas.

Alasan pihaknya menolak sebut Kadis Kuta, karena keberadaan indomaret masih menuai kontra di masyarakat, khususnya kalangan pedagang kecil.

“Kami tolak kok IMB indomaret di Giri Emas. Kan masih runyam dibawah (masyarakat). Apapun itu, selesaikan dibawah dulu,” ujar Kadis Kuta melalui telepon seluler.

Apakah dibenarkan berdiri bangunan tanpa mengantongi IMB?

Kadis Kuta menjawab, hal tersebut tentunya menyalahi aturan.

“IMB dulu dong baru ada bangunan. Ya, segera kami akan turunkan tim mengecek kebenaran informasi itu,” tandasnya.

Sementara, berulangkali dikonfirmasi melalui telepon, Perbekel Desa Giri Emas Wayan Sunarsa belum bisa dihubungi.

Surat petisi keberatan dilayangkan kepada Camat Sawan sejak 22 Februari lalu dan ditembuskan kepada Bupati Buleleng, Dinas PMPPTSP, Satpol PP, Perbekel Desa Giri Emas, Kelian Desa Adat Dangin Yeh, dan BPD Desa Giri Emas itu, hingga saat ini belum mendapat tanggapan dari pemerintah.

Baca Juga :  Pedagang Layangkan Surat Audensi, Dewan Janji Kawal Penolakan Indomaret di Giri Emas

Nah, dalam petisinya warga menyoroti izin pembangunan dan izin usaha Indomaret yang mereka nilai bermasalah.

 

Berikut adalah empat (4) butir penjelasan dan tuntutan :

1. Kami selaku pedagang kecil sangat dirugikan sekali dengan adanya indomart

2. Kami selaku penyanding mencabut dukungan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuan serta terjadi pembohongan publik kepada penyanding.

3. Kami pedagang kecil di wilayah Desa Giri Emas tidak pernah diajak kordinasi apalagi sosialisasi oleh pemerintah desa dinas mengenai berdirinya indomaret.

4. Sepengetahuan kami, keberadaan indomart di wewidangan Desa Adat Dangin Yeh belum mendapatkan rekomendasi dari Kelian Adat dan prajuru desa adat. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here