JBM.co.id, Kotin – Katingan Mentaya Project (KMP) mengkampanyekan kegiatan Journey to Zero, ini adalah salah satu kegiatan untuk mengurangi emisi karbon melalui gerakan #BirukanLangit.

Perubahan iklim yang diakibatkan emisi gas rumah kaca adalah masalah serius yang memberikan kerugian besar pada lingkungan hidup dan kesehatan kita.

Penyebabnya adalah kegiatan manusia yang berakibat atas peningkatan gas rumah kaca terbesar di atmosfer dalam 150 tahun terakhir.

Salah satunya sebagai penyumbang terbesar dari emisi gas rumah kaca berasal dari pembakaran bahan bakar fosil untuk kebutuhan listrik dan transportasi.

“Untuk itu melalui gerakan #BirukanLangit kita dapat berpartisipasi untuk mengurangi emisi dengan mengganti moda transportasi bermotor yang biasa kita gunakan dengan aktifitas yang aman lingkungan seperti berlari, jalan kaki, bersepeda atau kombinasi dari ketiganya”, kata Siska Noor Kumala Sari Communication coordinator PT.Rimba Makmur Utama (PT.RMU) kepada JBM.co.id Minggu (28/03/2021).

“Journey to Zero yang diinisiasi oleh Katingan Mentaya Project (KMP) ini adalah bertujuan untuk memotivasi seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk bersama sama memberikan “waktu rehat” untuk bumi”, jelasnya.

Ia mengatakan beberapa kegiatan menarik akan launching melalui sosial media (Instagram @yourjourneytozero) pada 22 April 2021 bertepatan dengan Hari Bumi.Salah satunya adalah mensosialisasikan mural yang terpasang di beberapa dinding di Taman Jelawat Sampit.

“Pada tahun 2021 ini kami membuat mural di Taman Jelawat Sampit sebagai bagian dari kampanye Journey to Zero dan berharap akan lebih banyak lagi masyarakat dari berbagai kalangan anak anak hingga dewasa yang turut terlibat berpartisipasi pada gerakan #BirukanLangit ini sehingga kita akan dapat mengurangi emisi karbon yang lebih banyak lagi dari tahun lalu”,ucapnya.

“Kami sudah mulai kampanyekan sejak dari awal tahun dan puncak kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2021 bersamaan dengan Hari Bebas Emisi Dunia (Zero Emission Day)”, tambah Siska.

“Pada tahun 2020 yang lalu saat melakukan kegiatan #BirukanLangit secara virtual untuk yang pertama kali, selama satu minggu kita sukses mengurangi 5 metrik ton emisi karbon”, imbuhnya.

Peserta pada saat itu berasal dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan dari mancanegara yang mencapai hampir 1000 orang dan bagi 500 pendaftar pertama mendapatkan 1 bibit pohon yang diberi nama masing masing peserta kemudian ditanam di hutan rawa gambut Katingan Mentaya Project. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here