JBM.co.id, Tabanan – Untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Kabupaten Tabanan dan mencegah terjadinya tindak kekerasan dalam rumah terhadap anak dan Perempuan, Kapolsek Kediri, Polres Tabanan, Kompol Fahmi Hamdani , S. Psi , S.I.K., mewakili Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S., Siregar, S.I.K., M.H., menghadiri “Seminar Membangun Kesadaran Hukum Pemudi NU”.

Acara seminar yang berlangsung, pada hari Sabtu, tanggal 27 Maret 2021 mulai pukul 10.00 WITA tersebut, digelar di Aula PP Raudlatul Huffadz, Banjar Taman Surodadi, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Digelar selama sehari, dengan menghadirkan narasumber dari Unit PPA Polres Tabanan Bripka, Ni Luh Gede Puspita Candra Y dan Panit 1 Reskrim Polsek Kediri, Ipda Olandina De Jesus, S.H., dengan peserta ceramah / Fatayat berasal dari Generasi Muda Perempuan NU. Tampak hadir dalam acara tersebut,
Pengasuh Pondok Pesantren Roudatul Huffadz KH Nor Hadi Al Hafidz, Kasi Bimas Islam Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tabanan, Haji Bambang, Sumantri SH.,
Ketua PC NU Kabupaten Tabanan,
Haji Mustain Amri, Ketua PC GP Ansor Tabanan, Haji Antoni dan
Kawil Banjar Taman Surodadi, Edi Puriyanto.

Kapolsek Kediri, seijin Kapolres Tabanan menyampaikan, agar para peserta seminar sehari ini, benar-benar memanfaatkan waktunya, untuk dapat berkomunikasi dengan narasumber tentang tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan dalam rumah tangga,” jelasnya.

“Bagaimana upaya-upaya cegah tangkal hal tersebut, silahkan disampaikan kepada narasumber. Mari bersama, kita ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Tabanan, terlebih lagi, pasca pandemi covid-19 ini, tentu segala sesuatu dalam perjalanan biduk rumah tangga, pasti ada kendala. Mari disikapi dengan arif dan bijaksana,” kata Kompol Fahmi Hamdani S.Psi. S.I.K.,

Lebih Lanjut, Kapolsek Kediri, yang memang Expert dalam bidang psikologi tersebut, dalam pembukaan seminar menyampaikan, bagaimana kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam kacamata psikologi dan yang mana saja, termasuk kategori kekerasan, serta apa saja yang harus dilakukan, guna mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam rumah tangga,” jelasnya.

Dinamika psikologis perkembangan terhadap seseorang yang mengalami kekerasan serta siapa saja yang bertanggung jawab melindungi anak anak dari tindak kekerasan,”ucap Kapolsek Kediri, Sabtu (27/3/21).

Sementara perwakilan dari Fatayat, perempuan Generasi Muda NU menyampaikan, bahwa tujuan pergelaran acara ini, adalah untuk menambah wawasan pada Perempuan Generasi Muda NU, agar bisa membangun “Kesadaran Hukum Pemudi NU dalam Penanggulangan Tindak Pidana Kekerasan Perempuan dan Anak,”
pungkasnya. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here