JBM.co.id, Klungkung – Pendidikan tatap muka akan segera dilakukan di Kab Klungkung, apa lagi di masing masing daerah di klungkung tidak ada zona merah rata – rata di daerah sudah zona hijau dan ada beberapa yang kuning.

Pemerintah klungkung akan segera bertindak dan duduk bersama dengan dinas terkait termasuk dinas pendidikan untuk membahas kesiapan dari proses belajar tatap muka ini, dan tentunya harus melalui kajian, kesiapan dari setiap sekolah, sdm, termasuk juga kesiapan dari penerapan protokol kesehatan di setiap sekolah.

Seperti yang di kemukakan oleh Bupati kab Klungkung I Nyoman Suwirta
“kita akan duduk bersama dengan dinas pendidikan dan setda untuk membahas proses pembelajaran tatap muka, namun tetap menerapkan protokol kesehatan”

Merujuk dari laman kemendikbud untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka ada beberapa yang harus di perhatikan seperti, kesiapan dari sarana dan prasarana, mou dengan puskesmas, adanya SUP di masing masing sekolah termasuk kesediaan hand sanitaiser, tempat cuci tangan, termo gund, termasuk ruang UKS yang fungsinya untuk ruang isolasi sementara dan ruang observasi kalau sewaktu waktu ada siswa yang tiba tiba panas.

Untuk di klungkung sendiri sudah memenuhi persyaratan tersebut.

Seperti yang di ungkapkan oleh kadis pendidikan kab klungkung Ketut Sujana
“untuk di Klungkung sendiri sudah memenuhi persyaratan tersebut dan untuk memastikannya dinas Pendidikan membuat team yang bertugas mengecek dan memastikan bahwa setiap sekolah telah memenuhi persyaratan yang di keluarkan oleh kemendikbud”

Apabila pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan maka akan ada pembatasan dari jumlah siswa yang hadir, dalam satu hari maksimal 10 siswa dalam satu kelas, siswa sendiri akan dibagi 2, pertemuan belajar secara bergantian, dan lama pembelajaran hanya satu setengah jam perhari.

Selain itu pihak sekolah juga akan meminta ijin kepada masing masing orang tua siswa, orang tua pun diberi kebebasan untuk mengijinkan anaknya untuk ikut tatap muka di sekolah ataupun tetap belajar dari rumah, dan tetap dilayani secara daring.

“langkah ini sudah kami lakukan, sudah di laporkan juga, dan akan kami matangkan lagi dengan bupati, sekda, maupun pihak terkait. Ini bukan kompetisi atau perlombaan untuk membuka pembelajaran secara tatap muka karena keputusan ini menyangkut keselamatan, kesehatan dari anak didik, pengajar dan masyarakat ” pungkas dari kadis pendidikan kab, Klungkung. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here