JBM.Co.id, Palu – Ada-ada saja kelakuan dan ulah arogan anak buah Haedar A. Karim yang satu ini, selain kerjanya di duga berlepotan, orangnya juga tidak bersahabat, bermental preman alias gampang naik pitam. Tiga wartawan jadi korban karena di haling-halangi dan di datangi seorang preman diduga atas perintahnya.

Sebut saja, Johanes sebagai Manajer Project PT. NK di Palu, di duga telah menghambat dan menghalangi wartawan dalam menjalankan tugas peliputan.

Sebagai person terdidik dan terlatih dalam berkomunikasi dengan berbagai pihak harusnya berlaku santun kepada siapapun. Bukan justru marah dan memanggil preman untuk menggertak wartawan. Kata Damai Tebisi menilai kelakuan Johanes.

“Ini perilaku tidak terpuji sebagai seorang manajer proyek BUMN, mentalnya kok begitu. Saya kan cuma mau konfirmasi pengecoran lantai saluran drainase yang dilakukan dalam kondisi tergenang air dan bercampur lumpur. Bukannya memberi penjelasan secara tehnis, tapi malah mencak-mencak.” Terang Damai yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Propinsi Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut di katakan Damai, kami minta kepada Dirut PT. Nindya Karya agar bisa selektif lagi dalam memilih person sebelum diangkat menjadi seorang Manajer Project. Agar perilaku buruk seorang manajer bermental preman dan dampaknya mencoreng dan dapat merusak reputasi perusahaan plat merah tersebut tidak terulang.

“Kami sebagai wartawan wajar bertanya ke dia, tentang pekerjaan ini apakah sudah sesuai metode tehnis pelaksanaan atau tidak. Tapi rupanya si Johanes ini orangnya temperamen, tipis telinga dan arogan. bukannya memberi penjelasan malah menyerang wartawan dan memanggil preman.” Tegas Damai menyesalkan sikap Johanes.

Menurut Damai, pekerjaan proyek ini merupakan kegiatan perbaikan infrastruktur pasca bencana, jadi bila publik menyoroti adanya indikasi ketidak beresan dalam pelaksanaannya itu wajar. Sangat tidak patut bila cara-cara premanisme di pertontonkan seorang manajer BUMN, ketika di tegur dan di ingatkan soal mutu pekerjaannya.

“Jangan dia pura-pura bodoh dan tidak paham tentang tugas wartawan. Saya sangat menyesalkan sikap dan kebodohannya itu, sangat arogannya untuk mengintimidasi dengan maksud menghambat dan menghalangi-halangi tugas wartawan dalam melaksanakan peliputan.” Terang Damai.

Oleh karena itu lanjut Damai mengatakan, minta kepada Dirut PT. Nindya Karya agar menarik Johanes dari Palu dan mengganti orang yang sosoknya lebih baik, santun dan tidak temperamen jauh dari perilaku buruk dan premanisme untuk menjadi leader di perusahaan. (Tim/Jbm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here