JBM.co.id, Tabanan – Sesuai hasil risetnya, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya,SE.MM., sangat memahami eksistensi Tabanan sebagai satu-satunya Kabupaten di Bali, yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlengkap. Jika dilihat dari hulu, tengah hingga hilir, Guru Besar asal Tabanan paling banyak dimilikinya,”tegasnya.

Tercatat ada 64 orang bergelar Profesor dan Doktor, baik bertugas di Unud, Undiknas, Undiksha dan tempatnya lainnya. “Segala macam kita miliki. Itu artinya, SDM asal Tabanan orang hebat, cuma mereka merantau. Karena, Tabanan tidak ada sumber kehidupan bagi mereka, karena Tabanan bergerak lebih dominan berbasis pertanian. Jadi itu, tidak mungkin, karena sebagian besar berprofesi sebagai dosen, akhirnya merantaulah mereka,”ungkapnya.

Lebih lanjut, ditambahkannya, SDA juga paling lengkap dimiliki Tabanan, bahkan disebutkan sebagai lumbung berasnya Bali.

“Kita punya danau Beratan, hutan, sawah dan juga sungai yang paling banyak kita miliki. Jutaan kubik air tiap hari bermuara hingga ke laut. Sudah 133 desa dan 854 bale banjar dikunjungi, semenjak dua periode mendampingi Ibu Bupati Eka. Jadi, lebih paham terkait eksistensi dan potensi yang dimiliki Tabanan, terutama prioritas di bidang pertanian, produksi beras Tabanan jangan diragukan lagi. Jadi, Tabanan memiliki SDA terlengkap dibandingkan kabupaten yang lainnya,”jelas Bupati Sanjaya.

Hal ini, diungkapkan Bupati Sanjaya, saat menerima audensi pengurus Kadin Kabupaten Tabanan di ruang kerjanya, pada hari Selasa (23/3/21).

Salah seorang pengurus Kadin Tabanan, Jero Ayu Parwati, SE., CEFT.,CEST, selaku Wakil Ketua bidang Pemberdayaan Perempuan mendukung program kerja Pemkab Tabanan.

“Respons Bupati Sanjaya sangat baik terkait keberadaan Kadin Tabanan. Kami siap bersinergi dengan Pemkab Tabanan terkait program kerjanya, apalagi Tabanan memiliki potensi SDM dan juga SDA yang paling lengkap,” jelasnya.

Bupati Sanjaya juga mengapresiasi keberadaan Kadin Tabanan. Walau orang politik, namun, kiprahnya hampir 25 tahun berlatar belakang pengusaha, jadi, memahami juga kondisi bisnis, karena dulu pernah memulai usaha di bidang properti, yang pernah “booming” di masanya, sekitar tahun 1994,” bebernya.

Nah, hasil pembelajaran di dunia pengusaha bisa dijadikan bahan evaluasi kedepannya, agar bisa saling isi mengisi program kerja masing-masing dan ke depannya, tepat guna dalam merealisasikannya. Tujuan akhirnya, selaras dengan visi misi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),”pungkasnya. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here