JBM.co.id, Karangasem – Bupati Karangasem I Gede Dana, S.Pd.,M.Si, menjadi salah satu narasumber dalam seminar yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem di Wantilan Nawa Satya Kantor Bupati Karangasem pada Senin, 22/3/21.

Seminar yang bertajuk mewujudkan good governance di Kabupaten Karangasem ini di inisiator oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karangasem Aji Kalbu Pribadi, SH.,MH yang merupakan seminar pertama dan satu-satunya yang menyangkut tata kelola yang baik dalam pemerintahan di Kabupaten Karangasem sebagai bentuk kepeduliannya terhadap sumberdaya yang dimiliki oleh Kabupaten Karangasem itu sendiri.

Kajari Karangasem memaparkan tentang tata kelola pemerintahan yang baik harus juga mengacu kepada beberapa karakteristik utama, yakni transparansi, akuntabilitas, partisipasi, reformasi sektor publik, ekonomi privat, penegakan hukum dan masyarakat sipil.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dana menyampaikan terkait dengan potensi-potensi yang dimiliki Kabupaten Karangasem untuk dapat dikembangkan. Seperti potensi pariwisata memiliki laut yang luas, memiliki pantai serta gunung yang sangat indah, memiliki lembah dan juga perbukitan.

Apalagi hasil pertanian, pengerajin tenun endek, termasuk arak, salak dan kacang-kacangan, banyak sekali potensi luar biasa yang dapat dikembangkan, “tinggal kita bagaimana sekarang menggali sumber-sumber anggaran untuk membantu mengelola potensi-potensi tersebut”, ujar Bupati Karangasem yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD 4 periode itu.

Untuk mewujudkan tata kelola yang baik Bupati Dana menyampaikan sesuai dengan programnya saat kampanye yaitu nangun sat kerthi loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Karangasem era baru.

Tetapi yang menjadi penekanan Bupati Dana adalah efektif dan efesien ini harus betul-betul kongkrit, “dalam artian seribu rupiah pun anggaran yang kita pergunakan harus ada manfaatnya, berguna untuk rakyat, efektif dan efesien ini jangan hanya sekedar kata-kata, efektif itu bagaimana, efesien itu bagaimana, tidak ada tiang nemitang pipis rakyat (tidak ada saya pelit dengan uang rakyat), bagaimana kita betul-betul kongkrit menggunakan ini”, tegasnya kepada seluruh OPD.

Bupati Dana menegaskan hal tersebut berdasar sesuai dengan slogan kerjanya yaitu bekerja dengan fokus, bekerja dengan lurus, dan bekerja dengan tulus.

Kemudian tujuan pokok misi adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“PAD ini yang harus kita seriusi, ada galian C, menurut saya galian C ini adalah alam, kalau diajaran kita ini bhuana agungnya, diri kita adalah bhuana alitnya, bagaimana kalau bhuana agung ini dirusak, dicabik-cabik, kemudian kita tidak ada perhatian untuk memelihara.

Ini yang mendasari saya serius mengejar galian C, karena bagaimanapun pasir ini menjadi kebutuhan pokok untuk membangun, ada di Karangasem paling banyak, silahkan sepanjang aturannya dipenuhi untuk pajak dan tidak ada bermain nakal-nakalan disana, kawan-kawan OPD tolong ini diseriusi”, tambahnya.

Bupati Dana menekankan sudah merusak bhuana agung agar tidak bermain nakal-nakalan, “kami sudah ingatkan berkali-kali, kalau masih tetap seperti itu biarkan penegak hukum yang melakukan tindakan, dan kami tidak akan ada pembelaan”, tandasnya.

Selain itu Bupati Dana juga membahas banyak hal terkait dengan mewujudkan good governance di Kabupaten Karangasem.

Dalam seminar tersebut juga menghadirkan narasumber dari Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali Dr. Drs. Sri Haryoso Suliyanto, M.Si.CSFA dan Dekan Fakultas Hukum Unud Dr. Putu Gede Arya Sumarthayasa, SH.,M.Hum, yang juga membahas tentang good governance sesuai bidangnya masing-masing serta memberikan masukan-masukan kepada Bupati Karangasem demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di Kabupaten Karangasem. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here