JBM.co.id, Badung – 20 orang yang tergabung dalam tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal) dikukuhkan melalui apel pelantikan dan pengukuhan, yang digelar di Aula Ardha Chandra, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan Badung Bali, Senin (22/3/21).

Pengukuhan tim “Satops Patnal” dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing, sekaligus bertindak selaku Pembina Apel Upacara.

Pengukuhan tersebut, merupakan tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan nomor PAS-1052.PK.02.10.02 tahun 2020, tertanggal 18 September 2020 tentang pedoman “Satops Patnal”, yang selanjutnya direalisasikan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan nomor W 20. EDP-99.KP.04.01/2021 tentang pembentukan Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal).

“Hari ini, kita melakukan pengukuhan tim “Satops Patnal” di lingkungan Lapas Kelas II A Kerobokan, yang berfungsi sebagai pengawas, bukan hanya mengawasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saja, namun, juga meningkatkan kinerja seluruh petugas di lingkungan Lapas Kelas II A Kerobokan,” tegas Fikri.

Selain mengawasi, “Satops Patnal” juga bertanggung jawab ikut menegakkan kedisiplinan dan diberi kewenangan, untuk melakukan penindakan. Melalui tugas dan tanggung jawabnya, “Satops Patnal”, diharapkan, dapat meminimalisir pelanggaran yang dilakukan oleh petugas penjagaan, pengamanan maupun staf administrasi.

Lebih lanjut, dikatakannya, tim “Satops Patnal” melakukan tindakan, guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Kerobokan.

“Mengingat situasi eksternal dan global dengan lahirnya perangkat teknologi komunikasi digital, Satops Patnal juga bertanggung jawab menekan tingkat kerawanan peredaran gelap narkoba beserta permasalahannya di lingkungan Lapas Kerobokan,”imbuhnya.

Ditambahkannya, “Satops Patnal juga berhak melakukan sosialisasi kepatuhan petugas terhadap pelaksanaan peraturan beserta prosedur yang telah ditetapkan dan juga bertugas melakukan pemetaan risiko pelanggaran prosedur serta penyalahgunaan wewenang, guna dilakukan pembinaan berjenjang,” jelasnya.

Jika terbukti melanggar peraturan perundang-undangan akan ditegur, bahkan diberi sanksi tegas,” ujarnya. Apapun bentuk hukuman dan hasil pemeriksaannya nanti, dilaporkan kepada Kalapas Kerobokan sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan tugas-tugasnya,”terangnya.

Selanjutnya, Fikri berpesan, semoga mereka yang tergabung dalam tim “Satops Patnal” dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Kedepannya, seluruh petugas, diharapkan, bisa bersinergi dalam menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan tim “Satops Patnal” dapat menjadi suri teladan bagi petugas lainnya,”pungkasnya. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here