JBM.co.id, Kerobokan (Badung) – Dengan mengambil tema “Bersama Kita Perang Melawan Narkotika” dan ajakan “Mari wujudkan Lapas Kerobokan Bersinar atau Bersih dari Narkoba, bertempat di Lapangan I Gusti Ngurah Rai, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, dilaksanakan Kegiatan Rehabilitasi Medis dan Sosial, dilanjutkan dengan peresmian Wisma Rehabilitasi, Senin (22/3/21).

Kegiatan ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham Provinsi Bali, Jamaruli Manihuruk didampingi Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Ka Lapas) Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing.

Turut hadir, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham Provinsi Bali, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, Komandan Distrik Militer 1611/ Badung, yang diwakili Kepala Seksi Logistik Kodim Badung, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Badung, Kepala Kepolisian Resor Badung, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Ketua Yayasan Anargya, Koordinator Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Kepala Departemen KSM Psikiatri Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Kerobokan, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar dan Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Denpasar.

Kepala Kanwil Kemenkum Ham Bali, Jamaruli Manihuruk
Kepala Kanwil Kemenkum Ham Bali, Jamaruli Manihuruk

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenkum Ham Bali, Jamaruli Manihuruk mengatakan, perkembangan kejahatan narkotika sangat meresahkan kehidupan masyarakat. Bahkan, termasuk tindak kejahatan internasional, karena, dilakukan melewati batas negara dan penyebarluasannya merupakan bentuk kejahatan yang terorganisir,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dikatakan, sebagai salah satu negara maritim, Indonesia menjadi sasaran yang sangat potensial, sebagai tempat untuk memproduksi serta mengedarkan narkotika secara ilegal.

Masalah gangguan penggunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) merupakan masalah kompleks yang melibatkan banyak bidang keilmuan,”imbuhnya.

Jadi, masalah gangguan NAPZA ini, melibatkan berbagai lintas kedisiplinan ilmu, termasuk ilmu kedokteran dan psikologi, ya, ada, semuanya disini,” jelas Jamaruli Manihuruk.

Kakanwil Kemenkum Ham Bali sangat mengapresiasi, kegiatan rehabilitasi medis dan sosial, yang dilakukan Lapas kelas II A Kerobokan, sebagai tempat memberikan pelatihan keterampilan serta pengetahuan, untuk menghindarkan diri dari narkoba,”jelasnya.

“Yang didalam Lapas ini, dikatakan 80 persen lebih, itu adalah pecandu narkoba. Mereka untuk kembali ke masyarakat, perlu dilakukan rehabilitasi medis dan sosial, meliputi upaya medis, bimbingan mental, psikososial, keagamaan, konseling, pendidikan kesehatan dan latihan vokasional, untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri serta kemandirian, sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

“Jadi, kelemahan yang mereka miliki sekarang ini, karena mereka tergantung pada narkoba. Nah, potensi diri mereka yang dibangkitkan kembali, agar mereka saat keluar dari sini, Lapas Kerobokan, telah terbebas dari narkoba,” jelasnya.

Dipilihnya Lapas Kelas II A Kerobokan ini, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, karena Negara, tidak memiliki kemampuan untuk melakukan rehabilitasi medis dan sosial kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Jadi, seharusnya mereka gunakan kesempatan ini, sebaik mungkin, karena tidak semua tempat, bisa mendapatkannya,” pungkasnya.

Kepala Lapas Kerobokan, Fikri Jaya Soebing
Kepala Lapas Kerobokan, Fikri Jaya Soebing

Sementara, Kepala Lapas Kerobokan, Fikri Jaya Soebing merasa bersyukur, karena Lapas Kelas II A Kerobokan merupakan salah satu Lapas yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, untuk menyelenggarakan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika bagi Warga Binaan di UPT Pemasyarakatan.

Lebih lanjut, mantan Kalapas Nusa Kambangan ini, menjelaskan, kegiatan ini, diawali dengan pelaksanaan skrining sebanyak 160 orang WBP dan dipilih 120 WBP untuk selanjutnya dilakukan asesmen.

Target capaian peserta rehabilitasi narkotika untuk rehabilitasi medis ditetapkan 60 orang peserta, selama 6 bulan dan dilaksanakan satu tahap.

Sementara, rehabilitasi sosial, target yang ditetapkan 60 orang peserta, selama 6 bulan, juga dilaksanakan dalam satu tahap. Jadi, kegiatannya dilaksanakan selama 6 bulan, dari minggu keempat bulan Maret 2021 hingga minggu ketiga bulan September 2021,” paparnya.

Adapun rangkaian acaranya, juga diisi dengan penyematan tanda peserta oleh Kakanwil Kemenkum Ham Bali, Jamaruli Manihuruk, didampingi Ka Lapas Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing. Puncak acara dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Lapas Kelas II A Kerobokan dengan instansi terkait.

Selain itu, juga ditampilkan tari kreasi “Kita Bersinar” yang dipersembahkan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II A Kerobokan, dengan penanggung jawab, Kalapas Kerobokan, Fikri Jaya Soebing dan Koordinator, Kasi Binadik, Wayan Arya Budiartawan serta koreografer, Putu Arif Mahendra.

Tari kreasi ini, sebagai cerminan untuk mengembalikan jati diri dengan bersih dari narkoba dan berupaya menjadi generasi penerus bangsa yang cemerlang serta berprestasi, dalam bentuk karya nyata di masa mendatang.

Di akhir acara, digelar peresmian Wisma Rehabilitasi oleh Kakanwil Kemenkum Ham Bali, Jamaruli Manihuruk didampingi Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing beserta tamu undangan, yang selanjutnya bersama-sama meninjau keberadaan blok hunian.

Mantan Kalapas Nusa Kambangan ini, menjelaskan bahwa Wisma Rehabilitasi ini, digunakan sebagai tempat karantina, agar memudahkan mengawasi seluruh kegiatan yang dilakukan WBP sebagai peserta rehabilitasi serta menjaga kondisi bersih dari segala pengaruh penyalahgunaan narkoba,”bebernya.

“Melalui kesempatan ini, kami melibatkan semua pihak, baik dari Kementrian Agama, Kabupaten Badung, Psikologi FK Unud, Psikiater RSUP Sanglah, Kodim 1611/ Badung, Yayasan Anargya selaku konselor dan tentu saja dari BNN, baik BNNP Bali maupun BNNK Badung.

Oleh karena itu, atas nama Lapas Kelas II A Kerobokan, saya ucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu mensukseskan rehabilitasi medis dan sosial,” pungkasnya. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here