JBM.co.id, Denpasar – Mengambil tema “Berbagi kasih bersama pendonor konvalesen”, jajaran Pengurus Daerah Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PD PDDI) daerah Bali menggelar kegiatan amal bakti berupa pembagian “Sembako Jumbo” untuk pendonor TPK (Terapi Plasma Konvalesen), bertempat di wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A, Denpasar, pada hari Sabtu (20/3/2021).

Acara ini terselenggara, berkat kerjasama PD PDDI Daerah Bali dengan Unit Donor Darah/ UDD.PMI Provinsi Bali, Yayasan Pyramida Sosial Spiritual Meditasi Indonesia dan Komunitas Kasih Sayang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Ibu Owner Bali TV, Anak Agung Sri Utari Satria Naradha, Kepala Unit Donor Darah / UDD.PMI Provinsi Bali, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., perwakilan Yayasan Pyramid Sosial Spiritual Meditasi Indonesia sekaligus anggota Komunitas Kasih Sayang, Ida Bagus Gde Widnyana,ST. dan Perwakilan Dokter UDD.PMI Provinsi Bali, dr. Sastrini.

Menurut Ketua PD PDDI daerah Bali, Ketut Pringgantara didampingi Sekjen PD PDDI Bali, I Wayan Gede Suardana dan DR. Gede Suarta, M.Si., pendonor TPK berasal dari unsur Polri, PNS, wiraswasta, mahasiswa dan unsur lainnya.

“Untuk tahap pertama, sesuai arahan kawan-kawan PDDI Bali hanya melibatkan 20 orang peserta. Seijin dari Ibu Owner Bali TV, Ibu Agung Sri Utari Satria Naradha, yang telah memperkenankan wantilan Bali TV sebagai tempat bersejarah bagi kami, dalam memberikan penghargaan perdana kepada mereka yang telah berdonasi besar dalam bidang kemanusiaan.

“Target kami, ke depannya, sekitar 80 hingga 120 pendonor plasma konvalesen, kami kompilasi dan kumpulkan, untuk kami berikan penghargaan ulang, agar mereka merasa dihargai, karena disini, kita adalah satu, sesuai dengan tema kita, merajut tali kasih bersama para pendonor plasma konvalesen.

Mereka patut dihargai, karena penyintas Covid-19 telah berjuang melawan virus corona hingga akhirnya dinyatakan sembuh dan terakhir, malah mereka berani “memberikan sesuatu” berupa plasma konvalesen,”jelasnya.

“Hari ini adalah hari bersejarah bagi Bali utamanya, karena PDDI Bali tampil kedepan, bekerjasama dengan UDD.PMI Provinsi Bali untuk memberikan penghargaan semacam bantuan “Sembako Jumbo”secara gratis kepada para pendonor konvalesen, yang berjasa besar, membantu mereka yang terpapar Covid-19,”ujarnya.

“Bantuan ini, jangan dipandang sebagai bantuan yang berupa material saja, akan tetapi, dilihat spirit atau semangatnya, untuk menghidupkan kembali lentera donor darah, yang pada musim pandemi ini, mereka takut berdonor dan pada hari ini, mereka berani untuk berdonor, karena ini, merupakan hal yang sangat positif bagi masyarakat Bali,” bebernya.

Sementara, Kepala UDD.PMI Provinsi Bali, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya,M.Kes. menyatakan, bahwa Terapi Plasma Konvalesen (TPK) merupakan salah satu metode terapi yang paling efektif, untuk membantu memulihan kondisi penderita Covid-19.

Lebih lanjut, dikatakannya, “Kegiatan ini sangat baik, sebagai upaya membangun program jangka panjang dengan para pendonor plasma konvalesen. Atas bantuan rekan-rekan PDDI Bali, mudah-mudahan, program ini, bisa ditingkatkan di masa yang akan datang,”ungkapnya.

Ditambahkannya, Terapi Plasma Konvalesen berpijak pada pemahaman bahwa penyintas Covid-19, setelah sembuh akan membentuk antibodi dalam tubuhnya dan disimpan dalam plasma darah.

Selanjutnya, plasma penyintas Covid-19 itu, kemudian diberikan kepada orang lain, yang sedang menghadapi infeksi virus corona. Harapannya, antibodi yang diberikan melalui plasma darah penyintas Covid-19, membantu untuk melawan infeksi yang sedang berjalan,”tegasnya.

“Sesuai dengan laporan yang masuk kemarin, Jumat (19/3/2021), ada 530 kantong plasma konvalesen yang diambil dari penyintas covid-19 artinya pernah terpapar Covid-19 dan sudah didistribusikan. Jadi, stok kami, lancar.

Begitu diterima, telah ada yang mengantre atau istilahnya mengamprah plasma konvalesen, karena, plasma konvalesen, ternyata, sudah dikenal sangat baik dikalangan masyarakat.

Bagi yang telah sembuh dari Covid-19, diharapkan, membantu pasien Covid-19 yang sedang mengalami perawatan, dengan cara mendonorkan plasma konvalesen,”ungkapnya.

Adapun syarat umum menjadi pendonor konvalesen adalah sehat fisik dan mental, baru dilakukan sreening, yang jika dibandingkan dengan donor reguler, itu memang para pendonor konvalesen, syaratnya belum pernah hamil dan belum pernah menerima transfusi darah, ditambah lagi, melakukan pemeriksaan titer antibodi, yang biasanya tiap orang yang terpapar Covid-19, tiap tubuhnya memiliki titer antibodi berbeda-beda,”ungkapnya.

“Kami mengambil yang telah memenuhi syarat satu per tiga dua puluh. Itu yang baru kami ambil plasmanya. Karena, itu tidak berdampak besar terhadap pasien yang menderita Covid-19,”paparnya.

“Plasma konvalesen akan terus dibutuhkan, karena Covid-19 tidak akan pernah hilang, akan tetapi, kita harapkan bisa terkendali, sehingga tiap pasien Covid-19 direkomendasikan untuk mendapatkan plasma konvalesen,”pungkasnya.

Kepala UDD.PMI Prov.Bali, berharap kepada masyarakat, baik yang telah terpapar Covid-19, agar bersama-sama mendonorkan plasma konvalesen, untuk saudara kita yang membutuhkan, terutama yang mengalami Covid-19,”tutupnya.

Selain agenda merajut tali kasih, Ketua PD PDDI Bali, Ketut Pringgantara mendorong dilaksanakannya acara yang lebih besar lagi, berupa pemberian penghargaan kepada para pendonor yang telah menerima satya lencana Presiden RI.

“Selama ini, mereka berada ibarat akar pohon, akan kami ajak kembali, karena mereka telah banyak berjasa kepada masyarakat Bali, utamanya sekali, mereka telah menularkan tali kasih berdonor lebih dari 100 kali bahkan hingga 200 kali. Ini bukti kecintaan mereka dalam bidang kemanusiaan.

Rencananya, bulan depan, kami agendakan kegiatan tersebut, dengan jumlah penerima satya lencana sekitar 178 orang. “Jadi, kita panggil mereka yang sudah sepuh atau orang tua dan kita gabungkan atau tularkan ilmunya kepada generasi muda yang sekarang, untuk peduli merajut tali kasih, secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here