JBM.co.id, Singaraja – Sebanyak 40 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja mengikuti pelatihan kemandirian, berupa pelatihan pengelasan dan kerajinan dupa. Tujuannya, mengembangkan minat dan bakat serta mencetak narapidana (Napi) produktif.

Selain itu, pelatihan dilaksanakan sebagai bekal WBP ketika kembali dan diterima oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja, Mutzaini saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (20/3).

Kalapas Mutzaini menyebut, kegiatan pembinaan kemandirian berupa pelatihan pengelasan ini, bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Buleleng.

Imbuh dia, pada hakikatnya WBP sebagai insan dan sumber daya manusia (SDM) harus diperlakukan dengan baik dan manusiawi.

“Saya berharap pelatihan ini akan mampu memberikan ilmu kepada warga binaan di masa yang akan datang sebagai bekal kehidupan mereka, terlebih pelatihan pembuatan dupa,” terang Mutzaini.

Menurutnya, pelatihan dupa dinilai akan mampu memberikan ilmu dan keterampilan kepada warga binaan untuk bekal penghidupan mereka di masyarakat.

“Program pendidikan keterampilan itu, sudah menjadi program khusus untuk memberikan tambahan pengalaman dan praktik para penghuni Lapas.

Setelah keluar dari sini, mereka sudah memiliki kemampuan berusaha melalui keterampilannya itu,” pungkasnya. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here