JBM.co.id, Tabanan – Polemik masyarakat di Desa Gunung Salak, Banjar Bangkiang Sidem, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan muncul ke publik, diduga karena tidak puas atas kinerja Kepala Lingkungan (Kawil), inisial AA PAW. Sejumlah 36 KK menelurkan surat berisi tanda tangan meminta pihak terkait dinonaktifkan.

Surat tanpa kop tertanggal 25 Desember 2020 tersebut, berisi tanda tangan 36 KK dan sebelumnya sudah ditunjukkan kepada Perbekel Desa Gunung Salak, Tabanan, Wayan Wija.

Di mana isinya atas kinerja Kawil Banjar Bangkiang Sidem berinisial AA PAW, dengan tiga point di antaranya;

1. Tidak pernah berkomunikasi apapun dengan masyarakat terkait pembangunan-pembangunan yang ada di Bangkiang Sidem, yang memakai anggaran pemerintah maupun Bansos ataupun Dana Desa,.

2. Tidak pernah melakukan sosialisasi apapun terhadap masyarakat secara langsung seperti Prona.

3. Tidak transparan terhadap proyek yang ada di Bangkiang Sidem selama menjabat sebagai Kawil.

Atas tiga tuntutan dimaksud, Perbekel Desa Gunung Salak, Tabanan, Wayan Wija pun diminta mengambil tindakan atas keluhan masyarakat setempat.

“Oknum inisial AA. PAW bersangkutan, dalam melaksanakan pembangunan tanpa melibatkan semua elemen masyarakat, bahkan tidak ada transparansi terkait penggunaan dana dan tidak pernah dilaporkan dalam berita acara SPJ,” kata sumber A.A Nyoman Parwata dikonfirmasi, Kamis (18/3/21).

Tanggapan lain, melalui Surat Nomor 9/GS/1/2020, perihal Undangan Rapat Koordinasi tertanggal 26 Januari 2021 yang intinya, karena kondisi pandemi Covid-19, Sekdes diminta mengkoordinir dan memediasi dengan pembatasan kehadiran pada Jumat, 29 Januari 2021 maksimal 7 orang perwakilan, serta supaya mematuhi prokes di Aula Rapat Kantor Desa Gunung Salak, Tabanan.

“Dalam pertemuan itu, perbekel menyatakan, masalah tersebut, masih dikoordinasikan dengan bawahannya untuk menindaklanjuti laporan warga,” imbuh Agung Parwata.

Namun demikian, sampai saat ini, belum ada kejelasan atas harapan warga meminta oknum AA PAW untuk dinonaktifkan.

“Sampai hari ini (Kamis) tidak ada tanggapan dari Perbekel dan terkesan mengulur-ulur waktu dan menutup mata,” tandasnya. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here