Peristiwa

Made Setyawan Tewas Gantung Diri di Kebun Sentot

JBM.co.id, Tabanan – Salah satu warga Dinas Mundeh Kawan, Desa Mundeh Kangin, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan dikagetkan dengan adanya korban, bernama I Made Setyawan alias ( 58 ) Sopio, ditemukan tidak bernyawa dengan posisi leher terikat tali gantung diri di dalam gubuk milik korban.

Awal dari salah satu saksi bernama Wayan Diarsa ( 38 ), yang ditelpon oleh iparnya dan juga istri korban, bernama Ni Wayan Yoginingsih (59 ), bahwa korban Made Setyawan tidak pulang sampai malam hari, setelah sehabis sembahyang pergi ke kebun.

“Ipar tiang nelpon menanyakan made setyawan ( korban ) apakah ada di rumah ?, namun tiang jawab tidak ada.” jelas saksi, Wayan Diarsa, saat memberi keterangan.

Selanjutnya, Diarsa membantu mencari korban, Made Setyawan ke kebun prancak, arah timur rumah milik korban, namun tidak ditemukan, dan Diarsa pun berlanjut pencariannya ke kebun yang lagi satu, yaitu kebun Sentot arah barat, dan sesampai disana, ia pun melihat sepeda motor korban jenis kawasaki KLX terparkir dibawah pohon manggis.

Diarsa pun bergegas menuju gubuk milik korban dan membuka pintu dari terpal berwana biru dan menemukan korban telah tergantung dengan tali di leher korban.

Dari kejadian tersebut, I Wayan Diarsa segera menghubungi Jero Bendesa Adat Mundeh Kangin dan melaporkan ke Polsek Selemadeg Barat.

Dan pada Pukul 22.30 WITA, Unit Reskrim, Intel dan Babinkamtibmas beserta Tim Medis Puskesmas Selemadeg Barat tiba di TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Dari hasil olah TKP oleh Unit Reskrim, Intel dan Babinkamtibmas beserta Tim Medis Puskesmas Selemadeg Barat, korban ditemukan disebuah gubuk dengan ukuran sekitar 2×3 meter dengan dinding batako dan pintu ditutupi terpal warna biru, kondisi korban lehernya terikat tali.” jelas Tim Medis Puskesmas dan Unit Reskrim Selemadeg Barat.

Tim Media pun menambahkan dan menerangkan, hasil pemeriksaan bahwa, korban tidak di temukan adanya tanda kekerasan dan murni gantung diri,” Kata Tim Media Puskesmas Selemadeg Barat.

Selanjutnya, untuk pengembangan pemeriksaan, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini adalah musibah. (Tim/Jbm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: