JBM.co.id, Singaraja – Fenomena kerumunan massa nampak mewarnai acara pembagian nomor undian los kios Pasar Banyuasri, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, pada Kamis (18/3) pagi. Kondisi itu, tak pelak berpotensi melahirkan klaster-klaster baru penularan Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Pantauan, personel petugas keamanan jumlahnya tak seberapa itu, terlihat dibuat tidak berdaya mengatasi jumlah pengunjung dan pedagang berjubel.

Terlihat salah satu pengunjung tidak memakai masker lolos sensor dari petugas keamanan, meski kegiatan pembagian nomor undian los kios itu dipandu langsung oleh Ketua Satgas Covid-19 sekaligus menjabat Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana didampingi Wakil Bupati Buleleng, dr Nyoman Sutjidra serta Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, Made Agus Yudi Arsana beserta rombongan.

Situasi nampak kian tak terkendali saat nomor undian diumumkan. Sejumlah calon pedagang sejak awal antre dalam posisi berdiri tanpa itu, kembali merangsek berdesak-desakan.

Melihat situasi itu, petugas keamanan dan panitia bergerak cepat berusaha mengurai kerumunan dengan berulangkali meminta melalui pengeras suara agar para calon pedagang tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes) menjaga jarak. Namun, upaya tersebut tak mempan.

Para calon pedagang yang penasaran menyaksikan kegiatan tetap merangsek, berdesak-desakan sehingga panitia akhirnya memutuskan menyudahi kegiatan pembagian nomor undian los kios Pasar Banyuasri.

Soal Kerumunan Massa di Pasar Banyuasri, Bupati Buleleng Minta Maaf

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana minta maaf soal kerumunan massa di Pasar Banyuasri
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana minta maaf soal kerumunan massa di Pasar Banyuasri

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana meminta maaf soal muncul kerumunan massa saat pembagian undian los kios di Pasar Banyuasri.

Sejatinya, sebut Bupati Suradnyana, pihaknya sudah berulangkali menghimbau kepada para pengunjung dan calon pedagang untuk tidak berkerumun dan tetap menjaga protokol kesehatan (prokes), jaga jarak.

Lanjut dia, rasa penasaran dan perasaan senang dari para pengunjung dan calon pedagang jadi pemicu hingga melupakan prokes jaga jarak.

“Sudah kita ingatkan, jaga prokes. Ya maklumlah, mungkin mereka (pengunjung dan calon pedagang) lagi senang melihat pasar baru.

Tadi, sudah disampaikan juga agar petugas keamanan mengurai kerumunan massa. Mohon maaf,” kata Bupati Suradnyana.

Imbuh Bupati Suradnyana, pembagian nomor los kios kepada pedagang sudah sangat transparan dan adil.

“Kita sudah lakukan secara transparan, kalau ada yang belum, laporkan. Ya, kita minta tidak ada yang memilih tempat, sudah ada yang mengatur. Seluruhnya baik, sirkulasinya sudah diatur,” terangnya.

Masih kata dia, dalam proses pembangunannya, tentu tidak lepas dari berbagai kendala yang ada.

Namun, itu tidak menjadi suatu hambatan. Hingga akhirnya pasar berdiri kokoh, dan bahkan menjadi percontohan dengan  desain yang sangat baik. Banyak pihak yang menjadikan desain Pasar Banyuasri sebagai percontohan.

“Membangun pasar ini bukan hal yang mudah, harus ada dasar yang kuat dan ada mekanismenya. Apalagi dalam situasi pandemi.

Kalau ada yang punya solusi untuk meningkatkan operasionalnya  silahkan sampaikan. Bukan sengaja menghambat prosesnya,” ungkapnya.

Sementara, Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, Made Agus Yudi Arsana memaparkan, pengundian nomor dilakukan untuk los sebanyak 700an lebih dan 153 kios.

Nah, undian los kios akan dilanjutkan pada Jumat (19/3) kepada pedagang eceran musiman yang dulunya berada di lambung sebelah barat terminal.

“Bisa jadi hari ini kita lakukan sampai sore. Karena kita harus mengurai sesuai dengan protokol kesehatan. Untuk besok pengundian di pasar tumpah sesuai dengan zonasinya,” singkatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here