JBM.co.id, Karangasem – Buntut Kadus yang viral nantang sparing di medsos membuat sejumlah perwakilan masyarakat Dusun Umanyar, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem yang merupakan warganya sendiri melakukan aksi demo kepada Perbekel Ababi di kantor Desa Ababi untuk meminta ketegasan agar memberhentikan Kadusnya yang bermasalah, Selasa (16/3/21).

Demo tersebut dilakukan sebagai bentuk menunjukkan mosi tidak percaya serta menyampaikan aspirasi warga Umanyar terkait masalah Kadus I Putu Saputra Yasa yang viral nantang sparing anggota polisi di medsos.

Aksi demo ini didasari dengan beberapa alasan yang sudah menjadi kesepakatan hasil rapat masyarakat Dusun Umanyar yang selanjutnya disampaikan kepada Perbekel I Wayan Siki, SH untuk dapat memberikan tindakan tegas. Nampak hadir juga pada kesempatan itu ketua BPD Desa Ababi, Camat Abang serta dari pihak kepolisian diwakili Kanit Binmas Polsek Abang.

Warga umanyar sudah tidak percaya dan menilai sudah tidak pantas lagi Putu Saputra menjadi Kadus/Kawil karena kurang simpati terhadap warga dan sering berbuat arogansi, belum lagi masalah (SPPT) surat pemberitahuan pajak tahunan bumi dan bangunan dari tahun 2018 sampai 2021 yang dipertanyakan masyarakat.

Selain itu, warga Umanyar merasa kecewa dan sangat malu memiliki Kadus yang pernah dipolisikan, seharusnya seorang kepala wilayah harus mampu menjadi panutan dan mengayomi serta melayani dengan baik seluruh warganya.

Perbekel Desa Ababi I Wayan Siki, SH. menerima dan menampung semua aspirasi dari warga Umanyar, “saya apreasiasi ini, aspirasinya saya tampung dulu semua, tetapi untuk memutuskan memberhentikan Kadus yang bersangkutan saya belum bisa, mohon sabar dulu, saya akan pertimbangkan dan pelajari bersama BPD dan Camat, karena semua melalui proses berdasarkan Undang-undang, agar mekanismenya benar”, tanggapnya.

Ditempat yang sama Camat Abang Ida Bagus Eka Ananta Wijaya, S.STP.,MAP. juga menegaskan bahwa pada hari ini sudah menerima apsirasi dari masyarakat Dusun Umanyar serta akan segera menindaklanjutinya.

“Saya minta agar kondisi di lapangan, di wilayah dan di mayarakat tetap kondusif, berikan saya dan pak mekel bersama jajaran waktu untuk bekerja, saya kira tidak butuh waktu lama untuk memutuskan hasil ini, semoga apa nanti yang menjadi keputusan bisa mewakili aspirasi warga Umanyar”, harap Camat.

Mengingat sebelumnya, Gegara nantang sparing lewat Media Sosial (Medsos), pemilik akun Facebook Putu Saputra yang ternyata adalah seorang Kadus Dusun Umanyar ini diperiksa oleh polisi dan menginap di Hotel Prodeo Polsek Abang Karangasem dan dikenakan wajib lapor, itu yang menjadi puncak ketidakpercayaan warganya.

“Bukak bajune pak, ajake sparing, serem doen ibe dadi jleme” tulis Putu Saputra saat membagikan sebuah konten yang berisi informasi tentang ketegasan polisi jika ada warga yang nekat mengarak ogoh-ogoh.

Saat itu juga sudah ditanggapi oleh Perbekel Desa Ababi, “Saya prihatin sekali, prihatin terhadap ada musibah terhadap Pak Kadus saya, tetapi saya maknai ini positifnya ada hikmah yang bisa dipetik dari kejadian ini”, terangnya saat dihubungi media jbm.co.id

“kalau dari negatifnya jelas sudah dia (Putu Saputra, Red) meresahkan masyarakat, merusak nama desa, saya sebagai atasannya betul-betul dibuat malu, tetapi namanya manusia tidak ada yang sempurna, sepanjang itu dalam koridor masih bisa ditoleransi tentu saya maklumi”, tutupnya.

Selama penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib oleh warga Umanyar serta mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak dan memakai masker. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here