JBM.co.id, Tabanan – Dalam mengatasi permasalahan mempermainkan harga yang tidak wajar pada hasil panen pertanian di Subak Desa Kukuh Kerambitan, Tabanan, Bumdes Desa Kukuh Winangun mengambil alih membeli hasil panen gabah petani di wilayah subak Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

Hal ini dilakukan oleh Perbekel Desa Kukuh, I Nyoman Widhi Adnyana mengapresiasinya, melalui BUMDes Kukuh Winangun, untuk siap membeli harga gabah petani mulai dari Rp 4.200 – Rp 4.800/kg, sesuai kualitas. Langkah ini untuk mencegah tengkulak memanfaatkan kesempatan membeli gabah dengan harga kurang wajar.

‘’Sebab selama ini, permasalahan tersebut kerap dialami para petani Desa Kukuh,’’ ungkap Widhi Adnyana dalam memberikan keterangannya lewat whatshapp.

Perbekel juga mengatakan, program tersebut dilakukan untuk membantu petani dalam setiap hasil panennya agar tidak mengalami kerugian. Selama ini petani tidak dapat menjual harga gabah mereka dengan harga yang memuaskan.

Bahkan sebelumnya, ada yang menawarkan Rp 3.600/kg dan harga tersebut terlalu rendah. “Untuk itu melalui BUMDes Desa Kukuh mengambil langkah siap membeli gabah petani dengan harga batas wajar,” ungkapnya.

Untuk mendukung dalam mengatasi permasalahan tersebut, melalui dana desa dan dana bantuan keuangan khusus desa, dialokasikan modal Rp 200 juta, khusus membeli gabah petani.

Modal tersebut, diharapkan terus berputar dan meningkat. Sebab setelah BUMdes membeli gabah, gabah tersebut kemudian diolah menjadi beras dan dijual kembali. “Kami sekarang di Desa Kukuh telah memiliki brand beras bernama Sarining Kukuh,” imbuhnya.

Dan kini, kata perbekel Kukuh Kerambitan, beras tersebut telah dipasarkan ke sejumlah kabupaten di Bali, mulai dari pasar Karangasem, pasar Sempidi, Badung, dan pasar-pasar di kota Denpasar. Bahkan, BUMDes Kukuh Winangun ini, sudah memiliki langganan, saat ini.

Dia juga menegaskan, harga gabah yang ditawarkan kepada petani tersebut, akan terus berlanjut kedepannya, walaupun, nantinya harga gabah di pasaran anjlok. Sebab, gabah bisa distok dan terpenting, petani tidak merugi ketika masa panen,” pungkasnya. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here