Berita

Jaksa Incar Otak Dugaan Korupsi Dana PEN Dispar Buleleng

JBM.co.id, Singaraja – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng terus melakukan pengembangan perkara dugaan korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor pariwisata.

Pun melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti. Mulai dari uang yang diduga bagian dari kerugian negara, serta sejumlah dokumen terkait penyaluran dana PEN.

Kasi Intel sekaligus Humas Kejari Buleleng Anak Agung Jayalantara mengungkapkan, penyidik terus melakukan pengembangan perkara, termasuk pemeriksaan saksi-saksi. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 52 orang saksi.

“Sebagian besar merupakan pihak rekanan dan penyedia jasa. Baik itu dalam kegiatan Buleleng Explore, maupun kegiatan bimbingan teknis penerapan protokol kesehatan,” terang Jaksa Jayalantara, Jumat (12/3).

Lanjut dia, penyidik juga terus mengejar pengembalian kerugian negara. Terbaru, sejumlah pegawai pada Dinas Pariwisata Buleleng mengembalikan aliran uang yang mereka terima.

Total uang yang dikembalikan mencapai Rp 10,5 juta. Itu berarti di internal Dispar Buleleng saja, uang yang beredar tak kurang dari Rp 20 juta. Nah, uang yang dikembalikan itu, berasal dari pegawai kontrak.

“Ada yang terima Rp 100 ribu, paling banyak Rp 300 ribu. Ada daftarnya. Memang dari hasil penyidikan, uang itu mengalir sampai ke staf terbawah. Bukan berarti yang menerima ini juga kami incar. Tapi kami ingin membongkar siapa sih sebenarnya otak dari peristiwa pidana ini,” tegasnya.

Pada sisi lain, penyidik masih memeriksa beberapa saksi. Utamanya, dari penyedia jasa transportasi.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan. Sekaligus mengejar keterangan-keterangan yang dibutuhkan. Untuk travel ini pemeriksaan langsung dipimpin Pak Kasi Pidsus (Wayan Genip),” jelasnya.

Hingga kini masih ada dua pihak yang disebut belum mengembalikan secara penuh uang yang diduga menyebabkan kerugian negara. Yakni dari penyedia jasa travel di Buleleng, serta dari tersangka Made Sudama Diana.

Masih kata Jaksa Jayalantara, penyidik yang dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Buleleng Wayan Genip, mendatangi dua (2) instansi di Pemkab Buleleng, masing-masing Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng. Penyidik menyita sejumlah dokumen dari kedua instansi tersebut.

Nah, di kantor BPKPD Buleleng, jaksa penyidik menyita SK perjanjian dana hibah antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Selain itu sejumlah dokumen yang terkait dengan proses pencairan dana dalam PEN Pariwisata juga ikut disita.

Sementara, di BKPSDM Buleleng, jaksa penyidik menyita dokumen yang terkait dengan pengangkatan pegawai.

Ada juga dokumen yang terkait dengan pengangkatan sebagai pejabat di posisi tertentu.

Entah itu sebagai pejabat dalam posisi struktural maupun pejabat dalam proses pengadaan barang dan jasa. (Tim/Jbm)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: