JBM.co.id, Singaraja – Anggota Komisi IV DPR RI Drs I Made Urip MSi, melontarkan tanggapan datar soal rencana pembangunan bandara baru di kawasan Bali utara yang rencananya akan dibangun di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, meski proyek ini sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional.

Pun, Made Urip mengaku, belum mengetahui dimana tepatnya lokasi rencana pembangunan bandara tersebut.

“Belum tau persis (lokasi rencana bandara) sih, baik di timur atau di barat (Buleleng) itu. Apapun isi timur dan barat, saya belum mendapatkan kajian-kajian. Soal rencana pembangunan bandara yang ngurus itu kan propinsi dan kabupaten,” terang Made Urip.

Meski begitu, Politisi senior PDI Perjuangan asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan yang membidangi sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan itu menyampaikan, selaku anggota Komisi IV DPR RI, tentunya ikut bertanggungjawab menjaga kelestarian ekosistem di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

“Nah, disana (TNBB) kan ada hutan lindung, tentunya flora dan fauna serta sejumlah spesies mutlak kita selamatkan. Satu diantaranya itu, habitat burung jalak bali, juga menjangan. Jika nantinya, hutan lindung beralih fungsi, harus mendapatkan persetujuan dari DPR RI khususnya Komisi IV, sesuai dengan amanat UU Nomor 41 tentang kehutanan,” ungkapnya.

Apakah setuju terkait rencana pembangunan bandara Bali utara nantinya dibangun di Buleleng Barat?

Made Urip menjawab, rencana pembangunan bandara bukan soal konteks setuju atau tidak setuju.

 

“Rencana pembangunan bandara mesti dikaji secara matang. Belum, kementerian LH belum pernah menyampaikan itu (alih fungsi lahan hutan terkait rencana bandara). Belum ada pengajuan itu dalam rapat dengar pendapat fraksi di DPR RI,” tandasnya.

Pada sisi lain, anggota Komisi IV DPR RI, I Made Urip menggelontorkan bantuan program aspiratif APBN tahun 2020 dan reses tahun 2021 dengan total nilai Rp 1,4 miliar kepada sejumlah kelompok tani dan subak di Kabupaten Buleleng, Sabtu (6/3).

Bantuan mesin pertanian itu, tersebar di delapan (8) Kecamatan se-Kabupaten Buleleng. Sektor pertanian ini diharapkan tumbuh dan mampu membangkitkan perekonomian Bali yang selama ini mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Masing-masing kelompok tani dan juga subak di Buleleng itu diberikan bantuan berupa bibit sapi untuk indukan, mesin pengolah pakan ternak, mesin penggilingan padi, pupuk hingga motor roda tiga.

Sebelumnya, Komisi IV DPR RI dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, meminta rencana lokasi pembangunan bandara Bali Utara di wilayah Desa Sumber klampok, Kabupaten Buleleng, Bali, dikaji ulang.

Pasalnya, sebagian lahan bandara bakal memanfaatkan 64 hektare lahan yang ada di Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Pembangunan bandara di lahan TNBB ini dikhawatirkan dapat menimbulkan kepunahan satwa-satwa yang hidup di kawasan memiliki luas mencapai 19.026.27 hektare tersebut.

Salah satunya, burung Jalak Bali, yang menjadi satwa khas Pulau Bali. Mereka khawatir, apabila bandara dibangun dengan memanfaatkan sebagian lahan yang ada di kawasan TNBB, maka hal ini dapat menimbulkan kebisingan yang sangat tinggi berpotensi 455 jenis satwa yang hidup di kawasan TNBB akan stres dan mati. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here