JBM.co.id, Singaraja – Berakhir sudah sepak terjang empat (4) pengedar narkotika jenis sabu-sabu sangat meresahkan masyarakat di Kecamatan Seririt. Aparat Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) membekuk empat pengedar sabu belakangan diketahui merupakan jaringan lintas propinsi. Mereka dibekuk di dua lokasi dan waktu berbeda.

Keempat pengedar itu, KM alias Dongker (35) asal Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, PAW alias Lutung (37) asal Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Kadek Sujana alias Bontoan (40) asal Desa Kalianget, Kecamatan Seririt dan Ketut Muliawan alias Lonto (40) asal Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Nah, dari tangan keempat pengedar sabu ini, polisi menyita barang haram sabu-sabu dengan berat total 877,76 gram netto.

Kini, keempat pelaku harus rela merasakan gerahnya hidup dibalik jeruji besi dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun lamanya.

Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sinar Subawa SIK MH mengungkapkan, kronologi penangkapan terhadap keempat tersangka tersebut dilakukan dengan cara penyamaran menjadi pembeli.

“Setelah dilakukan pemancingan si sebuah penginapan di Desa Lokapaksa, Seririt, anggota kami (Reskoba) berhasil membekuk dua tersangka Lutung dan Dongker. Barang buktinya, 50 gram sabu,” terang Kapolres Sinar Subawa saat press rilis di Mapolres Buleleng, Jumat (5/3).

Tak berhenti sampai disitu, Satuan Reskoba langsung melakukan pengembangan, alhasil polisi kembali berhasil melakukan penangkapan dua pengedar lainnya, yakni Bontoan dan Lonto di sebuah rumah pribadi wilayah Banjar Enjung Sangiang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar.

“Ketika ditangkap, kedua pengedar tidak melakukan perlawanan. Dari tangan keduanya kita amankan sabu seberat 827,76 gram netto. Ya, mereka pengedar lintas provinsi. Barang haram sabu itu, didatangkan dari wilayah jawa. Ini masih proses penyidikan dan akan dikembangkan lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bontoan berkilah disebut sebagai pengedar, lantaran ia hanya selaku penerima pesanan paket belakangan diketahui isinya narkotika sabu-sabu.

“Saat itu, saya hanya disuruh bos (Lonto) mengambil paket sebelah hotel. Saya bekerja buruh bangunan. Belum sempat menerima upah. Pertama kali ini (ambil paket). Saya tidak kenal dengan dua orang lainnya (Lutung dan Dongker),” singkatnya. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here