Daerah

Rapat Koordinasi Pengamanan Nyepi Tahun Baru Caka 1943 dan Isra Mi’raj di Wilayah Hukum Polresta Denpasar

JBM.co.id, Denpasar – Polresta Denpasar melaksanakan rapat koordinasi pengamanan serangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943 dan Isra Mi’raj Nabi Muhamad SAW di Mapolresta Denpasar, Jumat (5/3/2021).

Rapat yang dihadiri Kapolresta Denpasar, Dandim 1611 Badung, Walikota Denpasar, Bupati Badung diwakili Kasat Pol PP Badung, Kesbang Pol Badung, Kesbangpol Denpasar, MUI Badung, PC NU Denpasar, PHDI Denpasar, MDA Kota Denpasar, MDA Badung, Kementrian Agama Badung, Kementrian Agama Denpasar, PJU Polresta Denpasar, Kapolsek Jajaran Polresta Denpasar dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., S.H., M.H. mengatakan dalam situasi Pandemi Covid 19 kita wajib mentaati protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Diharapkan dalam pelaksanaan peringatan hari keagamaan tersebut bisa dicarikan kesepakatan atau solusi terbaik dalam pelaksanaannya dan tentunya tetap dalam bingkai protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah.

Selanjutnya Sambutan Dandim 1611 Badung, Kolonel Inf I Made Alit Yudana menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Denpasar dan Kab Badung agar tetap mentaati anjuran pemerintah untuk mentaati protokol kesehatan sebab Pandemi Corona sangat berbahaya dan hanya bisa dilawan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tetap menjaga Imun dalam tubuh.

Lanjut Dandim, Saat ini ada pelaksanaan pemberian Vaksin kepada Masyarakat khususnya lansia dan tenaga kesehatan/medis agar tetap diikuti jangan sampai ada suara-suara sumbang apalagi menentang yang bisa dianggap musuh Negara dan jangan sampai Pemerintah harus melakukan lockdown apabila masih ada masyarakat yang tidak mau di vaksin.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolresta Denpasar dan Dandim 1611 Badung telah melaksanakan Rapat Koordinasi seperti ini sehingga memudahkan kita dalam melakukan pengamanan dalam pelaksanaan Peringatan Isra Mi’raj dan Rangkaian Hari Raya Nyepi tahun Baru Caka 1943.

Lanjut Walikota Jaya Negara juga mengatakan dalam wakru dekat ini akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Lurah, Kepala Desa se Kota Denpasar dan akan mengundang Bapak Kapolresta dan Bapak Dandim 1611 Badung guna membahas pelaksanaan rangkaian Hari Raya Nyepi (14/3/2021) dan peringatan Isra Mi’raj (11/3/2021).

Ditegaskan oleh Walikota Denpasar bahwa di hari Pengerupukan sehari menjelang Nyepi dilarang mengarak Ogoh – Ogoh mengingat masih dalam suasana Pandemi Covid 19.

Untuk Omed-omedan yang merupakan tradisi adat yang jatuh pada Ngembak Nyepi di Sesetan masih akan dibicarakan tehnisnya dalam rapat nantinya.

Kabag Ops Polresta Denpasar juga memaparkan kesiapan Polresta Denpasar dalam rangka pengamanan pelaksanaan Peringatan Isra Mi’raj dan rangkaian Hari Raya Nyepi tahun baru Caka 1943. Pelibatan personil pengamanan dalam pelaksanaan Pam sebanyak 2.285 personil gabungan.

Disamping dilaksanakan oleh Kepolisian, Polresta Denpasar juga melibatkan unsur TNI. Brimob, Satpol PP. Dishub dan Pecalang yang akan dimulai dari tanggal 11 s/d 15 Maret 2021 dengan tetap mematuhi Protokol kesehatan Covid 19 sesuai anjuran Pemerintah

Pada sesi tanya jawab perwakilan PC NU Kota Denpasar menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj dalam pelaksanaannya akan diminimalisir dengan mengadakan doa bersama di masing- masing Masjid dan diikuti paling banyak 20 peserta dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selanjutnya Sekretaris PHDI Bali menyampaikan bahwa PHDI Bali telah memberikan himbauan kepada masyarakat Bali tentang tata cara pelaksanaan rangkaian Hari Raya Nyepi pada masa Pandemi Covid 19 saat ini.

Dalam pelaksanaan Nyepi ada beberapa pengecualian seperti orang sakit tetap bisa diantar ke Rumah sakit dengan pengawalan dari pecalang.

Untuk warga Katholik dan Kristen persembahyangan Minggu dilaksanakan pada hari Sabtu. Untuk Umat Muslim silakan sholat apabila ada disekitar Masjid atau Mushola namun dilarang menggunakan pengeras suara.

Apabila ada warga masyarakat yang punya karya Manusia Yadnya pada saat hari raya Nyepi boleh dilaksanakan dan harus selesai sebelum jam 06.00 pagi. Untuk para Pecalang agar membatasi patroli saat Nyepi dan diusahakan berjalan kaki sehingga tidak terkesan arogan.

Selanjutnya Majelis Desa Adat Kota Denpasar pada intinya semua pelaksanaan terkait Nyepi sudah disampaikan kepada masyarakat dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan dan saat melasti agar maksimum 20 orang sisanya bisa menunggu di Pura Bale Agung dan tidak mengarak Ogoh-ogoh saat Pengerupukan.

Namun demikian tetap meminta aparat keamanan untuk menjaga dalam pelaksanaannya.

Dari Kementrian Agama Kabupaten Badung menyampaikan seruan bersama tingkat Propinsi Bali dan Kabupaten Badung dan telah disampaikan sampai ke tingkat Desa yang pada intinya dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi mulai dari melasti membatasi jumlah warganya untuk melaksanakan persembahyangan ke Pantai sehingga warga lainnya bisa menunggu di Pura Bale Agung. Saat Pengerupukan dilarang mengarak ogoh-ogoh. Untuk selanjutnya tetap mohon pengamanan dari pihak keamanan terkait .

Sebelum rapat ditutup, Kapolresta Denpasar mengharapkan kepada seluruh peserta rapat koordinasi agar apa yang telah dibicarakan menjadi acuan dalam rangka pengamanan peringatan Isra Mi’raj dan rangkaian pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah sambil menunggu hasil rapat dari Pemerintah Kota Denpasar dengan para Lurah dan Kepada Desa se Kota Denpasar. (Tim/Jbm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: