JBM.co.id, Singaraja – Kelian Desa Adat Les, Jro Pasek Nengah Wiryasa (59) lapor polisi lantaran dituding melakukan pungutan liar (pungli) oleh seorang waga berinisial GBRW, juga asal Desa Les ke Mapolres Buleleng. Usut punya usut, Jro Wiryasa tak terima dituduh pungli dengan meminta uang kepada setiap yang cerai dari Desa Les.

Laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik rupanya telah dilayangkannya ke Polres Buleleng pada Senin (15/2) sekitar pukul 15.09 wita lalu.

“Lapor ke polisi itu, karena merasa apa yang dituduhkan dari informasi yang menyebar di masyarakat itu tidak benar,” ujar Wiryasa, Kamis (4/3).

Imbuh Kelian Wiryasa, tuduhan tidak benar itu, konon meminta uang atau melakukan pungutan liar (pungli) kepada setiap warga Desa Les mengurus cerai adat ke Disdukcapil Buleleng sebesar Rp 300 ribu. Bahkan, tuduhan tak berdasar juga dialamatkan kepada Perbekel Desa Les, Gede Adi Wistara.

Nah, jengkel lantaran difitnah seperti itu, Jro Wiryasa bersama dengan Perbekel Wistara langsung mengklarifikasi dengan mendatangi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng, Selasa (9/2) sekitar pukul 10.00 pagi, lalu.

Hasil klarifikasi yang difasilitasi salah seorang Kabid di Disdukcapil Buleleng, diketahui jika ternyata tuduhan seperti itu tidak benar. Dari klarifikasi itu juga terungkap, tuduhan tersebut disebarkan oleh seorang staf pada Dinas tersebut berinisial GBRW yang juga staf Disdukcapil Buleleng dan merupakan warga Desa Les

“Sejatinya, kami tunggu itikad baik yang menuduh saya itu, tapi tidak ada sedikitpun itikad baik, ya minimal minta maaf. Ya, karena tuduhan itu sudah menyebabkan nama baik saya tercemar, makanya saya mengambil langkah hukum dengan melaporkan yang bersangkutan,” terangnya.

Kelian Wiryasa sangat menyayangkan tuduhan yang disebarkan GBRW. Pihaknya berharap, agar polisi bisa mengusut tuntas laporan yang dilayangkan oleh dirinya ini ke Polres Buleleng, sehingga ada kejelasan terkait gambaran penanganan laporan tersebut.

“Memfitnah saya dengan meminta uang sebesar Rp300 ribu kepada setiap orang yang cerai, katanya untuk saya Rp150 ribu dan Perbekel Rp150 ribu. Ya, orang menuduh ini warga saya. Walaupun nilainya juga tidak seberapa, tapi tuduhan itu yang sangat saya sayangkan,” ujar Kelian Wiryasa dengan nada kesal.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, membenarkan adanya laporan dugaan pencemaran nama baik oleh Kelian Desa Adat Les.

“Ya, benar. Dugaan fitnah itu masih dalam penyelidikan untuk menemukan apakah laporan itu memenuhi unsur pidana atau tidak,” singkatnya. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here