JBM.co.id, Singaraja – Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Buleleng kian memerah alis mengalami peningkatan. Kenaikan harganya pun cukup mengejutkan, yakni Rp 110 ribu per kilogram (Kg), dari semula di kisaran Rp 60-70 ribu per Kg.

Data dihimpun, kenaikan ini mulai terjadi dalam sepekan terakhir. Tak pelak, hal itu membuat sejumlah pedagang kelimpungan, pun konsumen.

“Langganan (Konsumen) yang biasanya belanja cabai 1 kilo, harus dikurangi dan terpaksa beli eceran dari 1 kilo jadi setengah atau seperempat kilo. Harga cabai naik itu, mulai seminggu ini,” singkat Dami pedagang di Pasar Anyar Singaraja.

Baca Juga :  PPnBM Kendaraan 0%, Bukan Jaminan Pulihkan Sektor Otomotif

Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan, Perindustrian Koperasi, dan UKM (Disdagprinkop UKM) Buleleng, Dewa Made Sudiarta tak menampik lonjakan kenaikan harga cabai di sejumlah pasar di Buleleng.

Kadis Sudiarta menyebut, faktor cuaca hujan yang terus menerus menyebabkan terjadinya gagal panen pertanian cabai. Hal tersebut berdampak kepada harga cabai terutama cabai rawit merah di Buleleng alami naik.

Pemicunya, curah hujan yang tinggi sehingga berdampak pada produksi cabai petani.

“Distribusi cabai ke Buleleng mulai mengalami penurunan, karena stok di petani terbatas. Ya, pemicunya itu cuaca buruk serta hujan. Cabai kan nggak tahan lama,” kata Kadis Sudiarta ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/3).

Baca Juga :  Investasi dan Ekspor Jadi Kunci Pemulihan Tahun 2022

Imbuh Kadis Sudiarta, cabai yang masuk ke Buleleng diproduksi dari petani yang tersebar di jawa.

“Ya itu tadi, curah hujan yang tinggi, menyebabkan lahan pertanian di sana (jawa) terendam banjir dan banyak petani yang mengalami gagal panen. Harga cabai naik sejak akhir Januari lalu, puncaknya akhir Februari dan hingga saat ini masih tinggi,” ungkapnya.

Masih kata dia, pada tengah bulan Februari, harga cabai rawit merah rata-rata berkisar Rp 60-Rp 70 ribu/kg. Namun, akhir Februari sampai awal Maret mencapai Rp100-110 ribu/kg.

Baca Juga :  PPKM Diperpanjang, Pasar Keuangan Tetap Positif

Nah, melihat situasi itu, pihaknya lantas melakukan kordinasi dengan pihak provinsi Bali agar meski harga cabai sedang naik, stoknya tetap aman dan cukup.

“Kami berharap pada pertengahan Maret nanti, harga cabai rawit merah sudah menurun. Sudah, senantiasa kami melakukan monitoring harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional di Buleleng,” tandasnya. (Jbm/Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here