JBM.co.id – Erupsi sinabung yang terjadi sebelumnya sempat membuat kita kuatir akan kemungkinan meroketnya sejumlah harga kebutuhan pokok. Namun, dari hasil pantauan kita di lapangan.

Sejumlah kebutuhan pokok belum mengalami kenaikan karena erupsi tersebut. Khususnya pada harga cabai maupun bawang. Semuanya masih terpantau normal.

Dari pengalaman sebelumnya, disaat terjadi erupsi, maka yang paling dirugikan pada umumnya adalah petani sawi putih. Atau tanaman sawi lainnya, dan petani tomat.

Saat erupsi, konsumen kerap tidak mau mengkonsumsi sawi putih dikarenakan terkena debu. Walaupun pada dasarnya bisa dibersihkan, tetapi konsumen cenderung mencari sayuran lain sebagai subtitusinya.

Jadi memang sayur-sayuran dari tanah karo yang kerap dirugikan saat erupsi. Namun, yang paling penting adalah erupsi tidak berlanjut untuk waktu yang lama. Kalau berlanjut maka bisa berdampak pada tanaman lain yang bisa saja mengalami kerusakan.

Akan tetapi untuk erupsi kali ini, saya menilai belum berdampak jauh terhadap kemungkinan lonjakan harga ekstrim yang bisa memicu terjadinya inflasi. Semuanya masih terlihat stabil.

Dan erupsi kali ini juga belum memperburuk jalur distribusi barang. Sehingga distribusi meskipun tetap saja terganggu tapi tidak memicu terjadinya kelumpuhan.

Jadi, pada dasarnya konsumen tidak perlu mengkuatirkan erupsi ini akan berdampak serius terhadap harga kebutuhan pokok. Tetapi bagi petani erupsi ini tetap akan memicu terjadinya kerugian.

Saya hanya berharap pemerintah bisa segera memetakan kerusakan lahan pertanian milik petani akibat erupsi. Seraya memberikan bantuan pemulihan bagi petani yang terdampak. (Tim/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here