JBM co.id, Medan – Perkembangan harga crude palm oil atau CPO dalam sebulan terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan.

Bayangkan di tengah pandemi Covid-19, harga CPO naik mendekati $3.800 ringgit Malaysia per ton. Soalnya CPO tetap menjadi komoditas andalan ekspor.

Meski harga CPO sempat turun di kisaran 3400-an ringgit sebelumnya. Namun, secara meyakinkan terjadi kenaikan yang cukup signifikan belakangan ini.

Seperti diungkapkan pengamat ekonomi Gunawan Benyamin kepada media ini di.Medan, Senin 1/3/2021i harga CPO ditransaksikan di level 3.784 ringgit per ton di akhir pekan kemarin.

Faktor paling dominan mendorong kenaikan harga CPO karena meroketnya harga minyak mentah dunia. Untuk jenis WTI, harga minyak mentah mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir.

Baca Juga :  IMF 2020 JADI PELUANG BAGI UMKM DAN START UP BUSINESS LOKAL DI BALI

“Ya, benar dari kisaran 52 dolar AS per barel, saat ini berada dikisaran 62 dolar AS per barel.Kenaikan harga minyak mentah terjadi di saat negara OPEC sepakat dalam pemangkasan output sebelumnya,” kata Benyamin

Hal inilah yang menjadi akar kenaikan harga komoditas lainnya termasuk CPO. Bahkan CPO juga menjadi bahan baku pembuatan Bio Diesel yang tentunya diuntungkan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Lantas jika kebijakan pemangkasan output minyak mentah dunia terus berlangsung. Maka tak heran, besar kemungkinan harga CPO juga mampu bertahan mahal.

Baca Juga :  CETAK UANG KERTAS PECAHAN RP 75.000, BI SERAHKAN KEPADA WAGUB BALI

“Apalagi jika China dan India mengalami pemulihan ekonomi yang bagus di tahun ini. Sejauh ini pula China diproyeksinya akan tumbuh di atas 8% di tahun 2021. Sementara India juga keluar dari tekanan resesi,” tambah Benyamin.

Dosen UISU Medan ini menyebutkan dua negara tadi jika diproyeksikan terus mengalami pemulihan ekonomi di tahun ini.

“Tak pelak, harapan akan konsumsi minyak CPO diprediksikan mengalami kenaikan. Tentu saja hal ini akan menjadi kabar baik bagi petani sawit kita karena besar kemungkinan harga CPO akan bertahan mahal untuk waktu yang lama,” prediksi Benyamim.

Baca Juga :  Mesin Mie RB Noodle S Pro 10 Untuk Pelaku Usaha Rumahan & UMKM

Kalaupun nantinya terjadi lompatan pasokan CPO di dua negara yakni Indonesia dan Malaysia. Maka harga CPO justru akan tetap mampu bertahan mahal.

“Kalaupun terjadi penurunan pada harga CPO, maka sentimen yang mempengaruhi adalah sentimen teknikal.

Pemicu penurunan harga akan bersifat sementara, dan tidak butuh waktu lama untuk mengalami pemulihan atau recovery nantinya,” kata Benyamin. (Jbm/Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here