JBM.co.id, Jembrana – menghadapi masa prihatin pandemi Covid-19 yang sempat meningkat, pemerintah terus melakukan Upaya guna putus rantai penyebaran covid-19 terus digencarkan Seperti metode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga berbazis Mikro, Gencarkan Yustisi serta Penerapan Protokol Kesehatan, menindak lanjuti himbauan pemerintah, seperti hal nya yang dilakukan Pemerintah Desa Delodberawah, Kecamatan, Mendoyo Kabupaten Jembrana.

Kepala Desa Delodberawah Saat dijumpai diruang kerjanya I Made Rentana mengatakan, menyikapi peningkatan kasus covid-19 yang sempat merebak disejumlah wilayah, serta sesuai Surat Edar
(SE) Bupati Jembrana nomor 325/STPC19/2021 tentang pembentukan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis desa/Kelurahan dalam tatanan kehidupan era baru, ujarnya Senin (1/3/2021).

“Kami bersama Desa Adat, Babhinkamtibmas, Babinsa, BPD, LPM, Linmas, Pecalang serta di bantu sejumlah personil dari Jajaran Polsek Mendoyo terus berupaya guna menyadarkan warga akan bahayanya virus Corona dan selain itu kami mendirikan Posko Desa dan Gotong Royong bertema Posko Desa Tangguh Dewata Penanganan Covid-19” imbuhnya.

“Terkait tempat usaha warga, Seperti Kedai/Cafe agar tidak mengakibatkan kerumunan dengan jumblah besar, sebelumnya dari pemerintah Desa telah memberikan himbauan-himbauan agar menjaga tingkat kerumunan dan selalu mematuhi protokol kesehatan, serta batasan waktu. Hal ini tentunya untuk menjaga munculnya klaster-klaster baru ditengah kehidupan warga masyarakat sehingga dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain” pungkasnya.

Saat disinggung tentang warga masyarakatnya yang terindikasi Positif Covid-19 Kepala Desa menjelaskan bahwa seperhari ini tidak ada warganya yang terindikasi Positif.

“Untuk saat ini karena masih dalam masa pandemi, saya mewakili Pemerintah Desa Delodberawah berharap agar warga terhindar dari covid, dan mendukung pemerintah dalam menekan penyebaran covid, serta dapat kembali membangun perekonomian terutama dibidang ketahanan pangan dengan memaksimalkan lahan perkebunan dan sawah di kehidupan era baru, dan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan (5M) mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi dan menjauhi kerumunan” tutupnya. (Red/Jbm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here