Jbm.co.id, Singaraja – Polsek Banjar menggelar rekonstruksi atau reka ulang atas kasus pembunuhan yang dilakukan Ida Kade Suarsana alias Ida Lempog (39) terhadap Kadek Sutarjana, 53. Dari 17 adegan, yang dilaksanakan di Aula Mapolsek Banjar ini, terungkap jika korban dihabisi pada adegan ke-13 hingga meregang nyawa pada adegan ke 14.

Reka ulang yang dipimpin Kapolsek Banjar, Kompol Made Agus Dwi Wirawan, ini juga menghadirkan sejumlah saksi. Diantaranya istri korban Ketut Widiani, Saksi Gede Keli, Warga asal Desa Bubunan, Kecamatan Seririt yang juga merupakan rekan korban dan kakak tersangka.

Adegan pertama bermula saat tersangka Ida Lempog datang ke rumah korban bersama Gede Keli Banjar Dinas Munduk, Desa/Kecamatan Banjar. Keduanya datang dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di rumah korban, ketiganya lantas menikmati minuman keras berupa tuak dan arak. Mereka terlihat asyik minum minuman keras saat adegan ketiga.

Adegan selanjutnya, saksi Gede Keli pergi meninggalkan korban Sutarjana yang tengah asyik menenggak miras bersama tersangka Ida Lempog sampai mabuk. Karena emosi tak terkontrol, akhirnya tersangka Ida Lempog dan korban Sutarjana terlibat cekcok.

Bahkan, pada adegan 10, korban memukul tersangka menggunakan antan atau sebilah kayu padat berukuran 60 cm berkali-kali. Tak terima dipukul, tersangka kemudian menendang kaki korban pada adegan  ke-12 hingga tersungkur.

Kesempatan inilah dimanfaatkan tersangka untuk merebut antan yang sebelumnya dipakai korban untuk memukulnya. Akhirnya pada adegan ke-13, tersangka memukul kepala korban beberapa kali sampai tidak berdaya. Akibat dipukul benda tumpul pada bagian kepalanya, korban pun meregang nyawa pada adegan ke-14. Sadar korban sudah tak berkutik, tersangka lantas melarikan diri dengan berjalan kaki menuju rumah kakaknya yang berlokasi di Desa Bubunan.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Banjar, Kompol Agus Dwi mengatakan, rekonstruksi ini merupakan bagian dari tekhnik Penyidik dan Penyidikan guna memperjelas tindak pidana yang terjadi. Disamping itu juga untuk menguji kebenaran keterangan tersangka saat di BAP.

“Ada 17 adegan dalam rekonstruksi ini. Dimana adegan 13 korban dipukul dan adegan 14 korban sudah meninggal dunia. Kami juga melihat lebih detail, apakah ada perlawanan atau teriakan korban saat dipukul. Kami juga pastikan apakah selesai memukul, korban sudah dalam posisi meninggal,” terang Kompol Agus Dwi, Sabtu (27/2).

Imbuh Kompol Agus Dwi, sejatinya pihaknya hendak menggelar rekonstruksi di TKP langsung, Banjar Dinas Munduk, Desa/Kecamatan Banjar. Namun, demi mencegah terjadinya kerumunan warga sekitar saat reka ulang, pihkanya pun memutuskan menggelar rekonstruksi di Mapolsek Banjar atas persetujuan dari Jaksa dan penasehat hukum tersangka.

“Saat ini tersangka masih kami amankan di Polsek Banjar, untuk segera dibuatkan BAP Rekonstruksi,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Primer pasal 338 KUHP, subsider pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman pasal 338 KUHP dihukum penjara 15 tahun, sedangkan pasal 351 ayat (3)  dihukum penjara 7 tahun. Selain itu, barang bukti berupa satu buah kayu pentongan ukuran 60 cm dan satu lembar baju kaos warna putih berisikan bercak darah.

Sebelumnya, sejumlah warga di Banjar Dinas Munduk, Desa/Kecamatan Banjar dihebohkan dengan peristiwa pembunuhan yang dialami korban Kadek Sutarjana, pada Senin (8/2) sekira pukul 16.30 Wita. Korban bersimbah darah akibat luka pada bagian kepalanya setelah dihantam benda tumpul berupa pentungan.

Istri korban Ketut Widiani menceritakan, awalnya pelaku Ida Kade Sursana alias Ida Lempog, 39 ini datang diantar oleh Gede Keli warga asal Desa Bubunan. Setelah mengantar pelaku ke rumah, Gede Keli kemudian pergi.

Korban Sutarjana dan pelaku pun sempat minum-minuman keras berupa arak dan tuak sekitar pukul 14.00 siang, di teras rumahnya. Bahkan, Widiani sempat diminta memasang togel oleh Lempog dan diberikan uang sebesar Rp 100 ribu. Namun, sepulangnya dari memasang togel, Widiani sudah mendapati suaminya dan pelaku bertengkar hingga akhirnya suaminya terkapar dan meninggal. (Red/Jbm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here