Jbm.co.id, Singaraja – Empat (4) subak di Kecamatan Seririt memilih swadaya melakukan perbaikan saluran irigasi yang mengairi ratusan hektare tanaman padi paska saluran irigasi vital itu rusak dihantam longsor pada Rabu (6/1) lalu. Terlebih, debit air kian berkurang, bahkan berpotensi mengancam hasil panen.

Nah, menyikapi kondisi itu, Perbekel Desa Rangdu Made Gargita Yadnya lantas menggagas urunan. Lalu, hal itupun kemudian disetujui, sebelum akhirnya disepakati urunan sebesar Rp 5 juta oleh empat subak masing-masing Subak Rangdu, Subak Ringdikit, Subak Tegal Tua Bubunan, dan Subak Tegal Anyar Bubunan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.

Baca Juga :  Pengukuhan Ikatan Pustakawan Provinsi Lampung, Bunda Literasi Riana Sari Arinal Dorong Para Orang Tua Berperan Memasyarakatkan Minat Baca

Perbekel Gargita saat dikonfirmasi tak menampik soal urunan perbaikan saluran irigasi yang berlokasi di di Desa Rangdu.

Tak hanya itu, Perbekel Gargita menyebut perbaikan saluran irigasi, tak lepas dari peran serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Buleleng, Made Subur. Pun, Dirut Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana.

“Sejatinya, ide sekaligus sponsor perbaikan datang dari Kadis Subur dan Dirut Made Lestariana. Beliaunya (Kadis Subur) bikin rancangan juga memetakan pola perbaikan ini (saluran irigasi), dan Dirut Lestariana membantu meminjamkan sejumlah pipa. Soal urunan, awalnya Rp 5 juta, namun karena masih kurang untuk membeli pipa dan bahan lainnya, selanjutnya urunan lagi. Total urunan Rp 30 juta,” ungkap Perbekel Gargita, Jumat (26/2).

Baca Juga :  Ditetapkan DPRD Tabanan Rekomendasi Bahan Masing-Masing Komisi Dalam Sidang Paripurna Bupati TA 2021

Darimana sumber dana urunan perbaikan saluran irigasi?

Perbekel Gargita menjelaskan, dana yang digunakan oleh empat subak bersumber dari dana BKK Provinsi Bali.

Masih kata dia, pengerjaan perbaikan memakan waktu sekitar satu minggu dan dilakukan secara gotong-royong.

“Sekarang, saluran irigasi boleh dibilang sudah normal, sekitar 150 hektare sawah sudah bisa dialiri secara normal. Kami haturkan terima kasih kepada para pihak yang sudah ikut berperan dan memberikan support kepada kami,” pungkasnya.

Baca Juga :  Akan Ada PJ Bupati Di Pemkab Pacitan?

Sekedar mengingatkan, ratusan hektar tanaman padi empat (4) subak di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, terancam gagal panen paska saluran irigasi diterjang longsor. Saluran irigasi sepanjang 30 meter, sedalam 15 meter rusak pasca diguyur hujan pada 6 Januari lalu.

Komisi II DPRD Buleleng pun sempat meninjau lokasi longsornya saluran irigasi pada Selasa (19/1). Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Putu Mangku Budiasa.

Kala itu, Mangku Budiasa mengaku akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna menentukan langkah perbaikan. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here