Jbm.co.id, Karangasem – Sejak Maret 2020 lalu, banyak pelanggan Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem nunggak rekening air, akibatnya meteran puluhan pelanggan disegel.

Salah satunya meteran air milik Kelian Banjar Dinas Cegeng, Desa Kerthabuana, Kecamatan Sidemen, Karangasem, I Ketut Sulendra. Dia sudah 9 kali tidak bayar rekening air.

Kelian Banjar Dinas Cegeng, I Ketut Sulendra saat dihubungi membenarkan sejak pandemi Covid-19 tidak mampu bayar rekening air.

Dia mengaku sempat memohon kepada Perumda Tirta Tohlangkir agar diizinkan membayar setengah dari total tunggakan, namun ditolak.

Rata-rata bayar per bulan Rp 250.000. “Sebelum Covid-19, saya sering sekali lambat hampir setiap tahun, pernah 5 kali, 7 kali bahkan saya pernah lambat 10 kali tidak ada penyegelan meteran, tapi setiap dicari sama petugasnya saya bayar, karena pada saat itu saya punya uang untuk bayar, bebernya.

Baca Juga :  Desa Kembang Pacitan, Bakal Terpilih Sebagai Kawasan Penataan Kampung Nelayan Se- Provinsi Jatim

“Sedangkan saat ini selama Covid-19, sebanyak 9 kali tidak bayar, meteran langsung disegel, semestinya ada kebijakan dari Perumda Tirta Tohlangkir, apalagi khusus di unit sidemen sering sekali mati airnya, khusus di wilayah kami (Desa Kerthabuana, Red) kalau pagi gak ada air, kalau sore juga airnya ‘keprat-keprit’, setiap ada pujawali airnya sering mati, pembayaran harus lancar tapi airnya gak lancar” imbuh Ketut Sulendra dengan geram, Selasa (24/2).

Baca Juga :  Komunitas MTB 1001 Goa, Gelar Upacara Bendera Di Monumen Palagan Tumpak Rinjing

Menurut Ketut Sulendra, warga Banjar Cegeng banyak yang nunggak rekening air dan banyak yang disegel. Padahal Perumda Tirta Tohlangkir katanya, ada fungsi sosial.

Semestinya yang terlambat bayar bisa diberikan keringanan untuk bayar setengah sambil menunggu ekonomi normal kembali. “Apalagi saya jadi Kelian Banjar Dinas Cegeng belum gajian sejak Januari 2021,” jelasnya.

Kepala Desa Kerthabuana, I Ketut Alit Eka Yustadi, SH, juga membenarkan ada beberapa yang nunggak, “masalah tunggakan pasti ada beberapa orang, untuk Januari dan Pebruari memang benar belum dapat gaji”, singkatnya.

Baca Juga :  Presiden GANN Raden Dewi Gumay Berbagi Masker, Hand Sanitizer dan Sembako di Yayasan Yatim Piatu

 

Terpisah, Direktur Perumda Tirta Tohlangkir I Gusti Made Singarsi membenarkan menyegel sejumlah pelanggan yang nunggak bayar rekening air.

“Bukan karena Covid-19 menyegel meteran air karena memang melakukan penertiban pelanggan,” kata I Gusti Made Singarsi.

Kebetulan katanya baru ditemukan ada pelanggan yang belum bayar hingga 9 kali, langsung disegel. Sebenarnya penertiban dilakukan mulai nunggak satu kali. Jika pelanggan belum bisa bayar saat penertiban, petugas langsung melakukan tindakan. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here