Kapolres Pulau Ambon Ungkap Kasus Penjualan Senjata Api Ilegal

3 min read
Spread the love

Jbm.co.id, Ambon – Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Leo Nugraha Simatupang menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus penjualan senjata ilegal, Selasa 23/2/2021 di Polresta Pulau Ambon.

Sebut Kapolres, pelakunya awalnya ditangkap Polres Pulau Bintuni Polda Papua Barat.

“Tadi sudah dijelaskan bahwa, adanya informasi tersebut maka kami meminta bapak Kapolda untuk melakukan penyelidikan yang dibackup oleh Polda dan membentuk Tim gabungan bersama teman-teman dari Kodam untuk melakukan pengembangan terkait dengan kasus ini,” jelas Kapolres.

Kapolres mengungkapkan penyelidikan yang dilakukan dibackup juga oleh Tim Densus 88 anti teror.

“Memang kemarin informasi belum dapat disampaikan sebab pelakunya belum tertangkap, dan saat ini sebagian besar pelaku telah ditangkap dan telah terungkap untuk jaringan perdagangan ini. Terkait dengan kepemilikan senjata Laras panjang, yang telah dilakukan penyelidikan, kemudian ditemukan dari salah satu oknum anggota Polri berinisial SAP alias S dimana senjata ini kemudian dijual kepada saudara J yang saat ini telah tertangkap di Polres Teluk Bintuni. Dan dari hasil pengembangan ternyata yang bersangkutan telah dua kali menjual senjata rakitan yang hampir sama kepada tersangka J dan telah ditangkap di Polres Teluk Bintuni,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rekontruksi, Lempog Habisi Korban di Adegan 13, Terancam 7 Tahun Penjara

Adapun barang bukti, Senjata Laras panjang (rakitan) 1 pucuk, Senjata Api jenie Revolver 1 pucuk, Amunisi Rev 3.8=7 butir, Amunisi Kaliber 5.56 = 600 butir, Magasen 1 buah, KTP pelaku.

Adapun motif tersangka untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan senjata api yang dibeli dari tersangka dan senjata ini juga berasal dari oknum anggota Polri yang berdinas di Polresta Pulau Ambon atas nama Mra.

Senjata tersebut lanjut Kapolres, didapatkan dari dari seseorang yang sampai saat ini masih dalam pengembangan dari mitra yang lain terkait kepemilikan senjata api.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Komplotan Pelaku Pecah Kaca Mobil di Denpasar

“Senjata ini kemudian diserahkan kepada SN warga sipil dan diserahkan lagi kepada J yang saat ini telah ditangkap di Bintuni.

Sedangkan kepemilikan 7 butir peluru yang telah kami telusuri saudara I dan peluru tersebut diserahkan kepada tersangka. Seluruh TKP Perdagangan ini sebutnya, berada di wilayah hukum Polresta Pulau Ambon sehingga harus kami tindaklanjuti. Sedangkan kepemilikan 600 butir peluru 5,56 nanti akan dijelaskan Danpomdam asal-usulnya dan siapa yang menjualnya,” jelasnya.

Beberapa alat bukti lainnya untuk memperkuat kasus ini antara lain, 2 buah handphone, 1 buah HP merk Samsung, ATM buku Tabungan Bank BRI sebab beberapa kali transaksi menggunakan transferan uang, 1 unit Sepeda Motor merk Honda Beat yang digunakan tersangka untuk membawa senjata api.

Semua ini berkaitan sebagai alat bukti petunjuk untuk pengembangan kasus tersebut.

Baca Juga :  Tempo Enam Jam, Polres Tanggamus Tangkap Pelaku Pembunuhan di Jalinbar Pugung

Disampaikannya juga, Polresta Pulau Ambon telah mengamankan atau sudah melakukan penahanan terhadap 6 orang yaitu, 2 orang oknum anggota Polri, 4 orang Sipil dan telah kami amankan di rutan Polresta Pulau Ambon.

“Kepada yang bersangkutan saat ini kami persangkakan dengan pasal 1 Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang Undang-undang darurat dengan ancaman hukumannya yaitu hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 Tahun, ini pasal yang kami terapkan untuk para tersangka,” sebutnya.

“Proses penyelidikan yang telah kami lakukan, saat ini kami akan berupaya untuk menyelesaikan berkas ini dan akan menyerahkannya kepada Jaksa Penuntut Umum dengan sesegera mungkin,” tutup Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Leo Nugraha Simatupang. (Red/Jbm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.