Soal Penataan Kuburan, Kelian Supardi Tegaskan Tidak Ada Sengketa dengan Desa Adat Bangkang

3 min read
Spread the love

Jbm.co.id, Singaraja – Kabar tak sedap hubungan dua desa adat bertetangga Desa Adat Tista dan Desa Adat Bangkang disebut bersitegang, terlebih bersengketa terkait penataan setra (kuburan) tak pelak membuat gerah Kelian Desa Adat Tista, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten  Buleleng, I Nyoman Supardi.

Kelian Supardi lantas angkat bicara menanggapi kabar tak sedap tersebut. Bahkan, Kelian Supardi memastikan, hubungan antar dua desa adat bertetangga itu, sampai saat ini tetap baik-baik saja. Pun menampik soal beredarnya isu di media sosial (medsos) bakal ada pembangunan krematorium di areal setra disinyalir pemicu kabar tak sedap itu.

“Sengketa? lucu ya kalau ada yang menyebut kami (Desa Adat Tista) dan Desa Adat Bangkang) bersengketa. Kami pastikan, hubungan dua Desa Adat di Desa Baktiseraga ini, baik-baik saja, dan tidak pernah ada konflik apalagi sengketa. Jangan, kami minta kepada semua pihak, jangan ada yang menggiring opini bahwa kami bersengketa,” tegas Kelian Supardi, Senin (22/2) pagi.

Baca Juga :  AKIBAT WABAH COVID-19, PEMERINTAH PUSAT DAN DPR RI SEPAKAT PILKADA 9 DESEMBER 2020, BERIKUT KOMENTAR KPUD WAY KANAN

Ketika ditanya soal rencana pembangunan krematorium, Kelian Supardi kembali tegas menyatakan, bahwa pihaknya belum memiliki rencana untuk mendirikan krematorium.

Meski begitu, jikapun nantinya ada rencana pembangunan itu, pihaknya bakal membangun krematorium itu, di tanah milik Desa Adat Tista.

“Janggal, dan aneh sekali kan, kok penataan kuburan diisukan ada rencana membangun krematorium. Isu (rencana pembangunan krematorium) tidak benar. Kenapa? karena pihaknya sudah melakukan komunikasi, terlebih surat permakluman sudah dilayangkan dan surat itu diterima pihak Desa Adat Bangkang. Dalam isi surat, jelas tertera, dimana isinya meminta permakluman terkait penataan kuburan. Nah, saat Gede Astawa selaku utusan krama bangkang datang menemui kami menyatakan setuju, bahkan memberikan apresiasi dan akan mengajak krama ikut gotong royong dalam penataan kuburan. Kami minta, krama Desa Adat Tista dan Krama Adat Bangkang tidak terpancing dengan isu itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Di Tengah Maraknya Wabah Covid - 19, Persit KCK Tanam Sayur Mayur

Kelian Supardi pun lantas secara blak-blakan akhirnya membeberkan sejumlah fakta dibalik penataan berujung penyetopan bahan material yang diturunkan untuk penataan kuburan kepentingan Desa Adat Tista dan Desa Adat Bangkang, pada beberapa pekan lalu.

Menurutnya, pada saat bahan material diturunkan untuk penataan kuburan, Kelian Desa Adat Bangkang Gede Gelgel hadir di lokasi dan mendadak menyatakan menolak. Lalu, terlontar pernyataan janggal. Kelian Supardi kemudian berinisiatif menemui Kelian Gede Gelgel dan Prajuru Gede Astawa.

“Katanya setuju, kok berujung penyetopan?Nah, jawaban yang disampaikan kelian Gelgel kala itu menyebut setuju dan ini bagus sekali.

Namun, karena ini perintah Perbekel Desa Baktiseraga Gusti Putu Armada, katanya diminta stop dulu menunggu mediasi. Apa hubungannya kepentingan ini kan ada di ranah desa adat, bukan desa dinas. Ada apa ini?,” ungkapnya.

Meski rencana penataan dianulir, hal itu tidak menyurutkan niat ikhlas dan tulus Kelian Supardi untuk ngayah menjalankan swadharma selaku penue (tetua). Ia pun mengikuti tahapan mediasi hingga ke ranah Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Buleleng, meski sampai dengan saat ini masih tertunda lantaran pihak Desa Adat Bangkang mendatangkan bantuan pengacara ketika digelarnya mediasi, pada Jumat (19/2) lalu, di kantor sekretariat MMDP Buleleng.

Baca Juga :  Bagai Jamur Dimusim Penghujan, Kasus Covid-19 Confirm Di Pacitan Kembali Bertambah 50 Orang. Satu Pasien Menyusul Ke Liang Lahat dan 52 Lainnya Dinyatakan Sembuh

“Sejatinya ini persoalan miskomunikasi saja. Jangan dilebih-lebihkan, apalagi persoalan ini sampai berlarut-larut penyelesaiannya. Kita menyama (bersaudara), jangan sampai ada yang memanfaatkan miskomunikasi ini dijadikan rumor sengketa.

Sekali lagi, tidak ada konflik apalagi kita bersengketa. Persoalan ya bukan masalah, ibarat membedakan antara kepentingan dan kebutuhan. Kami percaya, Kelian Gelgel sangat cerdas menyikapi persoalan ini. Ya, pasti akan klir secepatnya,” tandasnya. (Red/Jbm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.