Masyarakat Korban Banjir Bisa Ajukan Gugatan Class Action

2 min read
Spread the love

Jbm.co.id, Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) siap menerima aduan masyarakat di wilayah DKI Jakarta yang merasa dirugikan akibat banjir yang melanda Jakarta sejak Sabtu (20/2) kemarin.

Menurut Ketua Divisi Advokasi LBH, Nelson Nikodemus Simamora, dikutip jbm.co.id dari CNN Indonesia, Minggu (21/2) LBH siap menerima aduan warga soal banjir.

“Untuk tahun ini siap (menerima aduan). Silahkan yang mau mengadu soal banjir, hubungi kami. Untuk syarat mengadu hanya KTP, tidak dikenakan biaya apapun,” kata Nelson.

Nelson mengungkapkan, pihaknya akan menindaklanjuti keinginan warga yang mengadu. Bahkan, kata dia, warga bisa mengajukan gugatan class action ataupun citizen lawsuit.

Baca Juga :  Pjs Bupati Lampung Selatan Drs.H. Sulpakar, MM Tak Dihargai Camat Jati Agung, Rakor Perangkat Kecamatan Pajang Foto Nanang Ermanto

“Tergantung pengadu keinginannya bagaimana. Citizen lawsuit itu gugatan warga negara. Permohonannya nanti minta perubahan kebijakan, tapi tidak bisa minta ganti rugi. Class action khusus untuk minta ganti kerugian,” jelas Nelson, dikutip dari CNN Indonesia.

Hujan yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (20/2), mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, ribuan orang mengungsi akibat banjir itu. Selain itu, ada 5 orang warga yang meninggal dunia.

Bima Arya Bantah Banjir Jakarta Kiriman dari Bogor

Banjir yang menggenangi Jakarta, sebagai akibat kiriman dari Bogor, dibantah Walikota Bogor Bima Arya. Bima Arya menyebut, banjir yang terjadi di Jakarta pada Sabtu (20/2) kemarin, bukan melulu karena limpahan air dari Bogor.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, APJII Pengwil Riau Sumbar Salurkan Sembako Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Kata Bima Arya, aliran air dari hulu memang menjadi salah satu penyebab banjir di Jakarta, tapi jika tinggi muka air di Bendung Katulampa siaga 1.

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto (ft. detik.com)
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto (ft. detik.com)

“Pada Sabtu (20/2) kemarin, tinggi muka air di Bendung Katulampa hanya siaga 3,” kata Bima Arya, saat dikonfirmasi awak media, Minggu (21/2), dikutip strateginews.co dari CNN Indonesia.

Jelas Bima Arya, sebagian wilayah di DKI Jakarta sudah tergenang banjir, artinya, volume air di Jakarta sudah tinggi.

“Bicara hulu, bukan sekedar bicara kiriman air dari Bogor, tapi juga bicara kondisi daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung dari hulu menjuju ke hilir Jakarta,” ucap dia.

Baca Juga :  BPI KPNPA RI: Perbankan di Aceh Tak Tanggap Kesulitan Yang Dihadapi UMKM

Bima menyebut, kondisi ini dipengaruhi oleh kondisi DAS Ciliwung ke Jakarta, yang banyak dibangun rumah liar, banyaknya sampah dan limbah, serta adanya pendangkalan.

“Persoalan banjir Jakarta tidak bisa diselesaikan sepihak dalam waktu singkat, tapi harus bersama dari hulu sampai ke hilir, dan membutuhkan proses yang tidak sebentar. Penanganan banjir di Jakarta tidak bisa parsial dan temporer saat musim hujan saja,” pungkas Bima Arya, Walikota Bogor. (Red/Jbm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.